Mengenal Hukuman Kebiri Kimia dan Dampaknya

DUNIA | 26 Agustus 2019 16:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Hukuman kebiri kimia belakangan menjadi pembahasan di Indonesia, setelah kasus seorang pria di Mojokerto yang diadili karena memerkosa sembilan anak. Namun, hukuman tersebut masih terganjal belum adanya standar operasi pelaksanaan (SOP). Lantas seperti apa sebenarnya kebiri kimia itu?

Pertama kali praktik kebiri kimia dilakukan pada 1944 dengan tujuan mengurangi kadar hormon testosteron pada pria. Zat penenang benperidol kadang digunakan untuk mematikan dorongan seksual seseorang yang memperlihatkan perilaku seksual menyimpang. Namun benperidol tidak mempengaruhi testosteron dan bukan zat untuk pengebirian. Kebiri kimia seringkali dipandang sebagai alternatif mudah untuk hukuman seumur hidup ketimbang hukuman mati karena praktik ini mengizinkan pelaku pelecehan seksual dibebaskan di saat dia sedang menjalani proses kebiri kimia.

Apa itu hukuman kebiri kimia?

Kebiri kimia adalah proses menurunkan hasrat seksual dan libido, menggunakan obat-obatan yang disebut anafrodisiak. Untuk menjalani terapi kebiri itu, dibutuhkan waktu setidaknya tiga hingga lima tahun.

Uji coba penerapan kebiri kimia telah dilakukan di Swedia, Denmark, dan Kanada. Penerapan tersebut dilakukan, setelah percobaan serupa di Skandinavia, Eropa Utara, menunjukkan adanya penghematan biaya dari lima hingga 40 persen.

Tidak seperti kebiri bedah yang memerlukan operasi pengangkatan alat kelamin, sterilisasi dalam perawatan rutin.

"Kebiri kimia tidak lagi efektif setelah (terapi) dihentikan," ungkap National Center for Biotechnology Information (NCBI).

Leuprorelin, salah satu zat yang digunakan dalam kebiri kimia, merupakan obat yang digunakan untuk mengendalikan gairah seksual, fantasi, atau desakan seksual yang mengganggu, hingga kecenderungan berbahaya lainnya.

Obat lain yang biasa digunakan dalam kebiri kimia antara lain medroksiprogesteron asetat, siproteron asetat, dan LHRH. Obat kimia tersebut berfungsi untuk mengurangi kadar testosteron (laki-laki) dan estradiol (perempuan).

Dampak kebiri kimia

Meski dinilai lebih efektif, namun penerapan kebiri kimia dikabarkan memiliki efek samping bagi tulang hingga jantung. Dikatakan bahwa, kebiri kimia dapat mengakibatkan osteoporosis, penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), depresi, rasa panas dan anemia.

Efek samping tersebut timbul, karena terapi kebiri kimia dapat mempengaruhi estrogen. Meskipun lebih banyak terdapat pada organ reproduksi wanita, tapi hormon estrogen juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan tulang, fungsi otak, dan proses kardiovaskular pada pria.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Setuju Atau Tidak Paedofil Dihukum Kebiri Kimia? Klik disini

Baca juga:
Efek Samping Kebiri Kimia Bagi Pelaku Paedofil
Pelaku Paedofil Dihukum Kebiri Kimia, Ini Aturan Hukumnya
Menteri Yohana Dukung Hukuman Kebiri Kimia Terhadap Paedofil 9 Anak
Dokter Belum Punya Petunjuk Teknis dan Kompetensi Kebiri Kimia Paedofil di Mojokerto
Eksekusi Kebiri Kimia Pedofil 9 Anak di Mojokerto Tunggu SOP Kejaksaan
Mensos: Paedofil di media sosial sadis & jahat, harus dihukum berat

(mdk/pan)