Mengenal Tuhan lewat puasa bicara ala Meher Baba

Mengenal Tuhan lewat puasa bicara ala Meher Baba
Pemimpin spiritual asal India, Meher Baba. (www.hermescreation.blogspot.com)
DUNIA | 10 Juli 2012 07:04 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Sosok pria itu biasa saja. Rambutnya sengaja dibiarkan tumbuh memanjang alias gondrong. Pakaiannya pun sederhana. Tidak terlihat sedikitpun kesan aneh. Tetapi hebatnya, dia tahan puasa berbicara selama 44 tahun.

Meher Baba dilahirkan di Kota Pune, India, pada 25 Februari 1894. nama kecilnya adalah Marwan Sehriar Irani. Dia adalah anak kedua dari pasangan Sheriar Mundegar Irani dan Shireen. Orang tua Baba merupakan orang Persia (sekarang Iran) penganut Zoroaster, seperti dikutip dari situs www.wikipedia.org, Senin (9/7). Sejak kecil dia merupakan bocah aktif, terutama dalam olahraga kegemarannya, crikcket. Tidak hanya itu, dia bahkan gemar membaca berbagai karya sastra.

Setelah tumbuh remaja, tepatnya di usia 19 tahun, Baba bertemu seorang wanita muslim bernama Hazrat Babajan. Tanpa banyak bicara, perempuan paruh baya itu langsung mencium kening dia. Tidak lama kemudian Baba merasa seolah bisa melihat hal-hal di luar nalar dan masa depan. Sejak itu dia mulai mengalami pergolakan spiritual. Dia pun mendatangi lima pemimpin spiritual lain, yakni Hazrat Tajudin Baba, Narayan Maharaj, Sai Baba, dan Upasni Maharaj, demi mendapatkan jawaban atas pengalaman dia alami dan rasakan dalam hal metafisika.

Setelah Baba memahami pengalaman spiritual dia alami, dia pun kemudian mulai 'berdakwah'. Satu per satu orang mulai tertarik. Nama julukan Maher Baba pun disematkan kepada dia oleh pengikut pertamanya.

Pada 10 Juli 1925, Maher Baba mulai bertekad berhenti bicara. Cara dia berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan papan tulis berisi huruf. Jika ingin menyampaikan sesuatu, dia pun menunjuk huruf itu dan dirangkai menjadi kata. Beberapa tahun kemudian dia mengubah metode komunikasinya dengan menggunakan bahasa isyarat saat mengajarkan ilmu kepada para pengikutnya. Di samping itu, Baba sering menjelajah ke berbagai tempat, khususnya mendatangi daerah miskin, penderita lepra, dan rumah sakit jiwa.

Alasan Meher Baba melakukan puasa bicara saban 10 Juli lantaran dia menganggap semua agama tidak mampu menghidupkan ajaran Tuhan dalam kehidupan nyata. Selain itu, karena gagal menyampaikan pesan Tuhan, manusia malah mengobarkan perang atas nama Tuhan. "Daripada hidup dalam kerendahan hati, kemurnian, dan kebenaran dari kata-kata Tuhan, manusia malah belajar membenci, serakah, dan menganiaya satu sama lain. Karena manusia tuli terhadap prinsip-prinsip dan ajaran Tuhan, maka saya memilih diam," tulis Baba dalam buku.

Baba tidak hanya tenar di tanah kelahirannya, India. Kabar tentang kesederhanaan ajaran dia pun sampai juga ke telinga orang-orang Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan tempat lainnya. Dia lalu diundang oleh beberapa pihak negara-negara Barat itu. Dia sempat mendirikan dua pusat kegiatan di Myrtle Beach, Negara Bagian South Carolina, Amerika Serikat dan Brisbane, Australia. Pesertanya cukup banyak, meski tidak membludak.

Sekembalinya dari 'tur' ke Barat, pada 1949 dia mulai menjelajahi kembali India tapi kali ini dengan menyamar. Lima tahun kemudian dia menyatakan diri sebagai titisan Tuhan. Tidak lama kemudian dia sempat menjadi korban kecelakaan mobil. Tidak tanggung-tanggung, kakinya patah dua kali, tapi tidak jelas kaki sebelah mana. Pertama saat kunjungan kedua ke Amerika pada 1952 dan dua tahun setelahnya di India.

Pada 1962, buat ketiga kalinya Baba kembali diundang ke Amerika Serikat. Dia didaulat memberikan pencerahan kepada kaum muda terhadap bahaya penggunaan obat-obatan terlarang. Maklum, saat itu kebudayaan hippies dan seks bebas mulai akrab di kalangan muda-mudi Negeri Paman Sam itu.

Sebelum meninggal, Baba sempat berniat ingin menyudahi puasa bicaranya itu. Tetapi janji itu tidak dia tepati hingga akhirnya tutup usia di penghujung Januari 1969.

(mdk/fas)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami