Mengintip Hubungan Arab Saudi dengan Israel, Makin Lengket di Balik Layar & Permukaan

Mengintip Hubungan Arab Saudi dengan Israel, Makin Lengket di Balik Layar & Permukaan
DUNIA | 30 Januari 2020 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Tak banyak yang tahu soal hubungan Arab Saudi dengan Israel. Keduanya tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, namun belakangan kedua negara itu makin dekat.

Kedekatan itu terjadi sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjabat sebagai pemimpin tertinggi di Arab Saudi. Kedekatan mulai terlihat setelah Pangeran Salman bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara rahasia di Amman, Yordania, Juni 2018.

Kedua tokoh itu bertemu di Istana Kerajaan Yordania seiring kunjungan penasehat Gedung Putih yang juga menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner dan Perwakilan AS untuk Timur Tengah Jason Greenblatt.

Kini Israel menganggap hubungannya dengan Arab Saudi semakin akur.

1 dari 4 halaman

Israel Izinkan Warganya ke Arab Saudi

Untuk pertama kalinya Israel mengizinkan warganya ke Arab Saudi, Minggu (26/1). Meski begitu, para wisatawan Israel masih butuh izin dari otoritas Arab Saudi.

Menteri Dalam Negeri Israel Aryeh Deri telah berkonsultasi dengan lembaga keamanan Israel soal izin wisata ke Arab Saudi. Deri menyatakan bahwa warga Israel akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi dalam dua keadaan: Untuk alasan keagamaan, seperti melakukan haji, atau hingga 90 hari untuk alasan bisnis.

Warga negara Arab merupakan sebagian dari warga Israel, saat ini melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Namun Israel tak pernah memberikan persetujuan resmi bagi warga Yahudi dan Muslim Israel ke Israel.

2 dari 4 halaman

Arab Saudi Belum Izinkan Israel ke Negaranya

Menyusul kabar Israel yang izinkan warganya ke Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan tidak memperbolehkan warga Israel ke Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan bahwa warga Israel tidak diterima saat ini di Arab Saudi, rumah bagi situs-situs suci Islam, Senin (29/1).

Hal ini dikarenakan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Kebijakan kami sangat teguh. Kami tidak memiliki hubungan (diplomatik) dengan Israel dan pemegang paspor Israel tidak dapat mengunjungi kerajaan untuk saat ini," katanya, menurut situs web CNN di Arab.

3 dari 4 halaman

Kerjasama Militer Arab Saudi dan Israel

Ada hubungan militer secara rahasia antara Israel dengan Arab Saudi. Menurut surat kabar Swiss Basler Zeitung, ada "aliansi rahasia" antara Arab Saudi dan Israel untuk menahan ekspansi Iran di wilayah tersebut.

"Ada kerja sama rahasia antara Arab Saudi dan Israel untuk mencapai tujuan utama, yakni mengekang proyek ekspansi Iran dan merusak wilayahnya," kata wartawan itu. Dia menambahkan bahwa memang ada kerja sama militer antara Arab Saudi dan Tel Aviv.

Wartawan itu mengutip sumber-sumber tak dikenal dari Riyadh yang mengatakan "Kerajaan saat ini sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk membeli senjata Israel dan telah menunjukkan minat untuk membeli sistem pertahanan, seperti tank. Menurut Israel, senjata-senjata itu terbukti efektif dalam melawan roket, seperti serangan dari Jalur Gaza.

4 dari 4 halaman

Saling Berbagi Informasi Intelijen

Menurut situs web Arab Saudi yang menerbitkan wawancara dengan kepala staf militer Israel, ada kerja sama untuk melawan Iran. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Elaph pada November 2017, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot mengatakan bahwa Israel siap untuk berbagi informasi intelijen dengan Arab Saudi untuk menghadapi "ancaman" dari Teheran.

Dikutip dari Al Jazeera, Militer Israel membenarkan isi wawancara itu. Informasi itu sangat langka mengingat bahwa Arab Saudi dan Israel belum memiliki hubungan diplomatik resmi.

Hubungan Israel dengan Arab Saudi semakin kuat setelah pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS.

Pada bulan Juni 2017, Menteri Intelijen dan Transportasi Israel Yisrael Katz menyarankan agar Raja Arab Saudi Salman mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Riyadh untuk membangun hubungan diplomatik.

Katz juga mengatakan Raja Salman harus mengirim putranya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, ke Tel Aviv. (mdk/dan)

Baca juga:
Temui Ma'ruf Amin, Arab Saudi Ingin Investasi di Ibu Kota Baru
Seorang Perawat di Arab Saudi Positif Terjangkit Virus Corona
Smartphone Jeff Bezos Diretas, Puluhan GB Dokumen Tercuri
Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 80 Tentara Yaman Saat Salat di Masjid
Bisnis Menggiurkan Trump di Timur Tengah: Jual Tentara
Menengok Pemandangan Salju di Gurun Arab Saudi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami