Menguak Sisi Gelap Industri K-Pop, Setelah Dua Artis Bunuh Diri

Menguak Sisi Gelap Industri K-Pop, Setelah Dua Artis Bunuh Diri
DUNIA | 26 November 2019 15:10 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Ketika artis K-pop, Sulli mengakhiri hidupnya bulan lalu, rekannya sesama penyanyi K-pop, Goo Hara terpukul, mengucapkan selamat tinggal kepada sahabatnya dalam video siaran langsung. Dengan air mata membasahi pipinya, Goo mengekspresikan harapannya Sulli bisa hidup sebagaimana yang dia inginkan di surga.

"Aku akan hidup dua kali lebih rajin sekarang setelah kau pergi," katanya. "Penggemar yang tersayang, aku akan baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku. "

Tapi pada Senin, enam pekan setelah kematian Sulli, Goo ditemukan tewas di rumahnya di Seoul yang disebut polisi karena bunuh diri. Dua kasus bunuh diri dua bintang K-pop membuat penggemar K-pop di Korea Selatan mencari tahu lebih dalam apa sebenarnya yang salah dengan K-pop, produk budaya yang berhasil diekspor negara mereka.

Lee Yong-pyo, Kepala Biro Kepolisian Metropolitan Seoul menyampaikan kepada wartawan bahwa jasad Goo ditemukan oleh seorang pelayan pada Minggu malam. Penyelidik juga menemukan catatan tulisan tangan dimana Goo mengekspresikan keputusasaannya, kata Lee.

Penggemar yang berduka bergerombol mendatangi rumah sakit Seoul dimana jasadnya disemayamkan, keluarga merencanakan pemakamannya dilaksanakan tertutup.

K-pop awalnya hanya populer di negara-negara Asia, girlband dan boyband seperti BTS, kini memiliki penggemar di berbagai belahan dunia. Para pakar sejak lama memperingatkan sisi gelap industri K-pop, yang masih tersembunyi di balik keglamorannya.

Baca Selanjutnya: Perisakan dan Hoaks...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami