Menlu AS desak Indonesia dan Asean agar jauhi Korea Utara

DUNIA | 5 Mei 2017 13:03 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Tindakan Korea Utara yang terus ngotot melanjutkan program pengembangan rudal dan senjata nuklirnya membuat Amerika Serikat (AS) kesal, apalagi negara yang dipimpin Kim Jong-un itu mengabaikan seruan sekutu dekatnya, China.

Dilansir laman time.com, Jumat (5/5), demi menekan pengembangan senjata mematikan itu, AS kian gencar melakukan pendekatan kepada semua negara di dunia untuk menjauhi Korea Utara. Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara diminta ikut bergabung di dalamnya.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mendesak pemerintah Indonesia maupun negara-negara yang tergabung dengan Asean untuk mendukung sanksi terhadap Korea Utara, serta mencegah diplomat dari negeri itu melakukan bisnis menguntungkan dalam mendukung program senjata mereka.

Tillerson juga telah mengundang menteri luar negeri dari 10 negara anggota Asean, tujuannya untuk mendorong mereka agar mengurangi hubungan diplomatik dengan Pyongyang.

"Sehingga Korea Utara tidak mendapatkan keuntungan dari channel diplomatik mereka atas ambisi nuklir dan rudalnya," ujar pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS Patrick Murphy.

Ini merupakan tindakan terbaru yang dilakukan pemerintahan Trump untuk mendapatkan dukungan internasional demi menekan Korea Utara secara diplomatik dan ekonomi. Tentu tujuan utamanya adalah mencegah program senjata nuklir sebelum menjadi ancaman nyata bagi tanah Amerika.

Di samping China, sekutu tradisional Korea Utara dan mitra dagang utama, sebagai kunci utama pengaruh internasional, utamanya negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Pyongyang serta ikatan perdagangan skala kecil. Dalam laporan terakhir PBB menemukan diplomat Korea Utara memainkan aktivitas komersial kunci yang dilarang resolusi Dewan Keamanan dalam mencegah masuknya teknologi dan pendapatan yang mendukung program persenjataan mereka.

"Korea Utara di banyak negara ada kehadiran diplomatik yang jelas melampaui kebutuhan diplomatik mereka," ujar Murpy kepada awak wartawan.

Dia juga menyebutkan, Korea Utara telah menjadi ancaman nyata bagi negara-negara di Asia Tenggara usai terbunuhnya kakak tiri Jong-un, Kim Jong-nam.

Baca juga:

Video: Dahsyatnya sistem pertahanan rudal milik AS di Korsel

AS kembali uji coba rudal mampu jangkau Korea Utara

Trump: Suatu kehormatan bagi saya jika bertemu Kim Jong-un

Gaharnya nuklir Korut bikin masyarakat dunia ketar-ketir

Di KTT ASEAN, Indonesia serukan perdamaian Semenanjung Korea

(mdk/tyo)