Menlu Retno Tekankan Pentingnya Diplomasi Digital untuk Melawan Ancaman Terorisme

DUNIA | 10 September 2019 15:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi menekankan pentingnya pemanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam digital diplomasi, sebagai alat untuk melawan ancaman kekerasan seperti kebencian, ekstremisme, hingga terorisme.

"Di sinilah diplomasi diperlukan, untuk memastikan bahwa media sosial dan platform daring dapat berkontribusi pada perang melawan ekstremisme dan kekerasan terorisme," kata Menlu RI, dalam acara bertajuk Regional Conference on Digital Diplomacy (RCDD) di Jakarta, Selasa (10/9).

RCDD adalah konferensi yang menjadi platform bagi pemerintah dan pemangku kepentingan di kawasan untuk membahas peluang dan tantangan mengenai bagaimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dunia diplomasi dan membangun kerangka kerja sama di masa mendatang.

Hampir setiap negara di dunia telah menggunakan diplomasi digital. Namun yang menjadi tantangan untuk memahami efektivitas dan keterbatasannya, serta pengaruh diplomasi digital mempengaruhi fungsi utama diplomasi.

Retno juga mengatakan, pemanfaatan teknologi media sosial dan platform daring untuk menyebarkan perdamaian, serta pemerintah, pejabat, bahkan diplomat perlu berkerja sama dan berkolaborasi untuk melawan kekerasan berbasis kebencian, ekstremisme, hingga terorisme.

Dalam acara dihadiri Menlu Retno itu Indonesia menjadi tuan rumah bagi para pakar di bidang diplomasi digital, yang berasal dari lembaga peneliti, kementerian, dan lembaga terkait di kawasan. Acara ini juga dihadiri oleh 16 Kementerian luar negeri dari 16 negara.

"Seluruh langkah dan gerak kita dalam berdiplomasi harus mampu meningkatkan nilai investasi asing, ekspor, serta arus wisatawan asing ke Indonesia", kata Menlu Retno.

Reporter Magang: Ellen RiVeren

Baca juga:
Kemlu Imbau Nelayan Tidak Melaut di Sabah, Ada Potensi Abu Sayyaf Beraksi
Menlu Retno Beberkan Strategi Pemerintah Lindungi WNI di Negara Konflik
Dalam Lima Tahun, Kemlu Bebaskan 297 WNI dari Hukuman Mati
Menlu Perintahkan Semua Diplomat Indonesia Jelaskan Situasi di Papua dan Papua Barat
Jokowi Minta WNI Terbelit Kasus Diberi Pertimbangan Hukum saat Bertemu Raja Malaysia
Demonstrasi Masih Berlanjut, Pemerintah Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Hong Kong

(mdk/pan)