Menteri Jerman Bunuh Diri karena Depresi Tak Sanggup Tangani Dampak Corona

Menteri Jerman Bunuh Diri karena Depresi Tak Sanggup Tangani Dampak Corona
DUNIA | 30 Maret 2020 07:40 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Menteri Keuangan Negara Bagian Hesse, Jerman, Thomas Schaefer, bunuh diri karena depresi tak kuasa bagaimana menangani pandemi corona, kata Perdana Menteri Negara Bagian Volker Bouffier kemarin.

Schaefer, 54 tahun, ditemukan tewas di dekat rel kereta Sabtu kemarin. Kantor Kejaksaan Wiesbaden mengatakan dia diyakini tewas bunuh diri.

"Kami sangat kaget dan tidak percaya, lebih-lebih lagi kami sangat sedih," kata Bouffier dalam rekaman pernyataan, seperti dilansir laman the Straits Times, Minggu (29/3).

Negara Bagian Hesse menjadi lokasi ibu kota keuangan Jerman yaitu Frankfurt. Di kota itu berlokasi markas Deutsche Bank dan Commerzbank. Bank Central Eropa juga berada di Frankfurt.

1 dari 1 halaman

Bouffier yang masih terguncang mengenang Schaefer sebagai menteri keuangan Hesse selama 10 tahun. Dia bekerja siang malam untuk membantu perusahaan dan pekerja menghadapi dampak ekonomi dari pandemi corona ini.

"Hari ini kini bisa menduga dia meninggal karena sangat depresi," kata Boufiier, orang dekat Kanselir Angela Merkel.

"Justru di masa seperti ini kita sangat butuh orang seperti dia."

Sosok Schaefer sejak lama digadang-gadang sebagai calon pengganti Bouffier.

Seperti halnya Bouffier dan, Schafer adalah anggota partai kanan-tengah CDU pimpinan Merkel.

Schaefer meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Di Jerman hingga kini sudah ada lebih dari 58.000 kasus corona dengan 455 kematian. (mdk/pan)

Baca juga:
Toko Roti Ini Bikin Tisu Toilet yang Dapat Dimakan
Antisipasi Corona, Rapat Kabinet di Jerman Digelar dengan Menjaga Jarak
Kanselir Angela Merkel Dikarantina Setelah Kontak Dengan Dokter yang Positif Corona
Geliat Bisnis Prostitusi Jerman Lesu Akibat Virus Corona
Trump Ingin Beli Vaksin Virus Corona, Jerman: Ini Tidak Dijual
4 Pesepak Bola yang Positif Virus Corona, Ada Pemain Juventus

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami