Menyebar Cepat Kurang dari Sebulan, Ilmuwan Masih Gelap Hadapi Virus Corona China

DUNIA | 23 Januari 2020 07:26 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Kurang dari sebulan setelah kasus pertama ditemukan di Wuhan, China, sejumlah orang yang terjangkiti sudah membawa virus corona ke sedikitnya empat negara, termasuk Amerika Serikat. Lebih dari 400 orang kini tertular, sembilan sudah meninggal dan dunia kini menanti apa yang akan terjadi kemudian.

Kemarin Badan Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan akan mengadakan rapat darurat untuk menyatakan wabah ini sebagai "kondisi kesehatan publik darurat", status yang diberikan ketika ada peristiwa yang membahayakan kesehatan dunia internasional dan diperlukan koordinasi internasional untuk menanganinya.

Petugas kesehatan di seluruh dunia kini dalam kondisi siaga karena penyakit ini disebabkan virus corona yang masih satu keluarga dengan virus yang menyebabkan wabah MERS dan SARS yang menewaskan ratusan orang di sejumlah negara.

Laman the New York Times melaporkan, Rabu (22/1), WHO sudah memperingatkan pemerintah di berbagai negara untuk bersiap menghadapi penyakit ini dan mereka harus sigap serta siap memeriksa siapa pun yang menunjukkan gejala batuk-batuk, demam dan baru pulang dari bepergian ke luar negeri. Warga yang akan mudik di musim liburan Tahun Baru Imlek beberapa hari lagi akan memuncak di pekan ini.

1 dari 3 halaman

Ilmuwan Menghadapi Sesuatu yang Tidak Mereka Ketahui

Sejumlah negara juga sudah mulai memindai para pelancong dari China yang menunjukkan gejala batuk dan demam. Bandara di Los Angeles, New York, dan San Fransisco pekan lalu mulai memindai seluruh penerbangan yang berasal dari Wuhan dan bandara di Atlanta dan Chicago juga akan melakukan tindakan serupa pekan ini.

Namun pertanyaan penting tentang merebaknya wabah ini masih belum terjawab dan para ahli WHO kini harus menghadapi sesuatu yang tidak mereka ketahui.

"Kita tidak tahu berapa banyak orang yang tertular," kata Tarik Jasaverix, juru bicara WHO. "Semakin banyak orang yang diperiksa semakin banyak orang yang tertular. Kita juga tidak tahu apakah ada kasus yang menunjukkan tidak ada gejala sama sekali. Jika ada kasus yang tidak menunjukkan gejala apakah mereka juga menular?"

Penelitian lebih lanjut terhadap bukti-bukti dan penularan ini di masa lalu dan di saat sekarang akan memberi gambaran utuh seberapa banyak orang yang sudah terinfeksi virus ini.

"Pemeriksaan bisa dilakukan karena China sudah dengan segera membagikan serangkaian genetika virus ini dan kita harus hargai itu," kata Jasarevic.

2 dari 3 halaman

Gejala

Virus ini menunjukkan gejala seperti orang sakit radang paru-paru dengan batuk dan demam, tapi di sebagian orang tidak ada sama sekali. gejala ini. Dan inilah yang berbahaya. Jika ada kasus orang yang terjangkiti dan tidak ada gejala sama sekali maka mereka tidak akan terdeteksi. Orang-orang itu tetap akan bepergian, bekerja, belanja, jalan-jalan dan itu bisa menulari orang lain.

Orang yang gejalanya ringan punya potensi menyebarkan virus ini lebih jauh dan menimbulkan wabah yang bertahan lebih lama ketimbang orang yang gejalanya jelas tampak, kata Dr Mark R Denison, spesialis penyakit menular di Universitas Sekolah Kedokteran Vanderbilt yang mempelajari virus corona.

Dibanding SARS dan MERS, virus Wuhan ini sejauh ini masih tidak separah dua wabah itu sebelumnya.

SARS yang muncul dari pasar ternak di China pada 2002 dengan cepat menyebar ke sejumlah negara dan menjangkiti lebih dari 8.000 orang dan membunuh 800 orang lebih. Virus itu diduga asalnya dari kelelawar dan menyebar ke musang yang dijual pasar hewan untuk dikonsumsi.

3 dari 3 halaman

Dari Musang

Musang menyebarkan virus itu ke manusia yang kemudian menularkannya ke manusia lain lewat saluran pernapasan dan kotoran.

"Kini setelah adanya 14 petugas medis yang tertular, itu artinya potensi penyebarannya menjadi lebih besar," kata Dr W Lipkin, direktur Pusat Penularan dan Imunitas di Universitas Columbia New York yang sudah meneliti SARS dan MERS.

"Saya melihat cuplikan tayangan di sebuah lobi rumah sakit di Wuhan dan mereka memakai pelindung tubuh lengkap dari kepala sampai kaki. Mereka menangani ini dengan sangat serius."

Mengapa dan bagaimana virus yang selama ini hidup di tubuh hewan dan tidak mengganggu mereka kemudian menyerang wilayah baru, yaitu kita, manusia, masih belum dipahami betul.

Virus corona sering ditemukan ada di kelelawar tanpa menyakiti mereka dan terkadang berpindah ke hewan lain lalu kemudian ke manusia. (mdk/pan)

Baca juga:
Fakta-fakta Virus Corona, Muncul di China Kini Menyebar ke Amerika
Cegah Virus Corona Masuk, Bandara Ngurah Rai Pasang Alat Deteksi Suhu Tubuh
Virus Corona China Sudah Sampai Amerika, Bisa Bermutasi dan Menyebar Luas
Pemerintah Teliti Dampak Penyebaran Virus Corona ke Ekonomi Indonesia
Antisipasi Virus Mirip SARS, Malaysia Pasang Pemindai Suhu di Bandara
Corona Virus Penyebab Pneumonia bisa Menyebar dari Manusia ke Manusia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.