Militer Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Hutan Amazon

DUNIA | 24 Agustus 2019 19:04 Reporter : Anindya Wahyu Paramita

Merdeka.com - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengerahkan angkatan militer untuk menangani kasus kebakaran hutan hujan Amazon yang menjadi sorotan dunia. Sikap ini diambil setelah para pemimpin Eropa mengancam akan memutus kesepakatan dagang dengan Amerika Selatan, sebagai wujud kemarahan atas kebakaran hebat yang melanda Amazon.

Keputusan yang diambil Bolsonaro dianggap bertolak belakang dengan sikapnya selama ini, menanggapi kebakaran hutan Amazon. The New York Times mengabarkan, Bolsonaro berulang kali menepis kekhawatiran dunia atas kebakaran yang merusak hutan hujan tropis terbesar di dunia itu.

Sebelumnya, peningkatan penebangan hutan dan kebakaran lahan Amazon memicu kemarahan internasional. Atas krisis lingkungan tersebut, para pemimpin Eropa mengancam akan membatalkan perjanjian perdagangan utama yang melibatkan Brasil.

Keputusan tersebut ditempuh Eropa, setelah sejumlah protes digelar di depan kedutaan-kedutaan besar Brasil. Para pengunjuk ras menyerukan boikot terhadap produk-produk asal Brasil yang banyak ditemukan di media sosial.

Seiring meningkatnya protes atas pemerintahannya, Bolsonaro akhirnya memutuskan untuk mengirim angkatan militer guna menegakkan hukum lingkungan dan membantu mengatasi kebakaran mulai Sabtu (24/8). Meski demikian, tidak dijelaskan secara detail mengenai bantuan apa yang akan diberikan oleh militer Brasil.

"Apa pun yang dapat kami lakukan, akan kami lakukan," katanya kepada wartawan, Jumat (23/8) kemarin, seperti yang dikutip dari laman The New York Times. "Masalahnya adalah sumber daya."

Dalam pidato yang disiarkan televisi lokal pada Jumat malam kemarin, Bolsonaro mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi kejahatan lingkungan.

"Saya memiliki kecintaan mendalam dan rasa hormat kepada Amazon," ungkapnya kepada media. "Melindungi hutan hujan adalah tugas kita," lanjutnya.

Sikap yang ditunjukkan Bolsonaro bertentangan dengan sikapnya sebelumnya. Pada Rabu (21/8), Bolsonaro menyalahkan LSM peduli lingkungan dalam kasus kebakaran Amazon. Menurut Bolsonaro, LSM lingkungan sengaja membakar lahan Amazon untuk menarik perhatian dunia dan menjatuhkan pemerintahannya.

Selama masa kepresidenannya, Bolsonaro juga dinilai tidak tegas dalam menegakkan hukum perlindungan bagi lingkungan. Dikabarkan bahwa di bawah pemerintahannya, Brasil cenderung memberi kelonggaran terhadap penebang hutan. Dikutip dari The New York Times, Bolsonaro pernah menjanjikan kemudahan bagi industri untuk mendapatkan akses ke kawasan hutan lindung Amazon.

Bahkan, Bolsonaro sendiri pernah mengatakan bahwa dia lebih peduli kepada kepentingan penebang, dibandingkan masyarakat adat yang tinggal di kawasan Amazon.

Tercatat, dalam tujuh bulan pertama tahun ini, lahan Amazon telah berkurang sebanyak lebih dari 1.330 mil. Angka tersebut 39 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar kebakaran adalah lahan yang sengaja ditebang untuk pertanian dan penggembalaan ternak.

"Bagian dari perhatian internasional terhadap apa yang terjadi berasal dari fakta bahwa Brasil telah menjadi perintis dan pemimpin dalam perlindungan lingkungan dan telah menunjukkan kepada dunia bahwa adalah mungkin untuk memiliki pembangunan ekonomi sambil melindungi hutan hujan," jelas Doug Morton, ilmuwan di Goddard Space NASA yang melacak pengurangan lahan dan kebakaran Amazon.

Longgarnya penegakkan hukum perlindungan lingkungan selama masa pemerintahan Bolsonaro, dinilai telah merusak reputasi yang diperoleh Brasil selama ini.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahkan menuduh Bolsonaro berbohong tentang komitmen memerangi perubahan iklim dan melindungi Amazon. "Rumah kami terbakar. Secara harfiah," tulis Macron di Twitter, meluapkan kemarahannya.

Menanggapi komentar Macron, Bolsonaro menilai Macron telah menimbulkan kebencian terhadap Brasil. Dia menyarankan agar Macron mengurus urusannya sendiri dan bukan ikut campur dalam kasus kebakaran Amazon.

Pada hari Jumat malam, Presiden Trump, yang mendukung Bolsonaro dan belum mengkritik kebijakan lingkungannya, mengatakan ia telah berbicara dengan Bolsonaro dan menawarkan untuk memberikan bantuan dalam mengatasi kebakaran.

"Saya memberi tahu dia jika Amerika Serikat dapat membantu kebakaran Hutan Hujan Amazon, kami siap membantu!" kata Trump melalui akun Twitternya.

Kebakaran hutan yang melanda Amazon dikatakan sebagai yang terburuk dalam sejarah. Pusat penelitian luar angkasa Brasil, INPE mencatat, tahun ini setidaknya 72.843 kasus kebakaran terjadi di wilayah Amazon. Bahkan, kasus kebakaran tahun ini disebut meningkat 83 persen dibanding tahun lalu.

Dampak kebakaran lahan tidak hanya dirasakan penduduk asli Amazon, namun juga negara bagian lain. Negara bagian Acre bahkan telah mengeluarkan peringatan kondisi darurat dan memerintahkan evakuasi daerah yang berpotensi terkena kobaran api.

"Kami memiliki data yang mengkhawatirkan tentang kualitas udara, sehingga para pejabat kesehatan telah meningkatkan jumlah dokter yang tersedia untuk merawat orang-orang kami," Israel Milani, pejabat lingkungan utama Acre.

Di saat banyak kedutaan Brasil dikepung protes, Bolsonaro berjanji akan mengatasi kebakaran yang menghanguskan paru-paru dunia itu.

Baca juga:
Hutan Amazon Terbakar, Demonstran Sedunia Protes Presiden Brasil
Penampakan dari Dekat Hutan Amazon yang Hangus Terbakar
Ketika Keluarga Suku Amazon Kehilangan Segalanya
Presiden Prancis: Kebakaran Amazon adalah Krisis Internasional
Ini Dampak Kebakaran Hutan Amazon Bagi Dunia
Presiden Brasil Minta Dunia Tidak Ikut Campur soal Kebakaran Hutan Amazon

(mdk/eko)