Militer Sri Lanka Selidiki Tentara yang Diduga Permalukan Warga Muslim

Militer Sri Lanka Selidiki Tentara yang Diduga Permalukan Warga Muslim
Warga Sri Lanka melintas di depan tentara yang sedang berjaga. ©Ishara S Kodikara/AFP
DUNIA | 21 Juni 2021 18:10 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Militer Sri Lanka melakukan penyelidikan setelah unggahan media sosial menunjukkan sejumlah tentara memaksa warga minoritas Muslim berlutut di jalan sebagai hukuman karena melanggar lockdown.

Tentara bersenjata memerintahkan warga Muslim mengangkat tangan mereka sambil berlutut di jalan di kota Eravur, sekitar 300 km timur ibu kota Kolombo, seperti dilaporkan AFP melaporkan pada Minggu.

Warga menganggap perintah itu merendahkan dan memalukan. Sementara itu para pejabat mengakui tentara tidak memiliki kekuatan untuk menjatuhkan hukuman seperti itu.

Para korban sedang dalam perjalanan ke dua restoran untuk membeli makanan.

"Investigasi awal Polisi Militer telah dimulai setelah foto-foto tertentu menjadi viral yang menggambarkan dugaan pelecehan di daerah Eravur," kata militer dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, dikutip dari Al Jazeera, Senin (21/6).

Tentara yang diduga melakukan tindakan pelecehan itu telah dipindahkan dan diperintahkan untuk meninggalkan kota.

“Tentara akan menerapkan tindakan disipliner yang paling ketat terhadap semua personel militer yang bersalah,” jelas pernyataan tersebut.

Sri Lanka berada di bawah lockdown selama sebulan untuk menahan gelombang ketiga infeksi virus corona. Jumlah kematian akibat virus telah meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi 2.531 sejak dimulainya gelombang ketiga pada pertengahan April.

Militer dikerahkan untuk membantu polisi dan otoritas kesehatan menegakkan sejumlah tindakan pembatasan. (mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami