Misionaris Kristen Amerika dan Keluarganya Diculik Geng Bersenjata di Haiti

Misionaris Kristen Amerika dan Keluarganya Diculik Geng Bersenjata di Haiti
Port-au-Prince, Haiti. ©AFP
DUNIA | 17 Oktober 2021 18:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekelompok misionaris Kristen asal Amerika Serikat dan anggota keluarga mereka, termasuk anak-anak, dilaporkan diculik oleh kelompok bersenjata di dekat Port-au-Prince, Haiti.

Sedikitnya 15 orang diturunkan dari bus setelah mengunjungi panti asuhan, jelas sumber keamanan Haiti kepada media.

Haiti menjadi salah satu negara dengan tingkat penculikan tertinggi di dunia, karena geng-geng kuat memanfaatkan situasi yang berlangsung tanpa aturan hukum untuk menghasilkan uang dari pembayaran uang tebusan.

Sejak pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada Juli, faksi-faksi yang bermusuhan berusaha untuk mendapatkan kendali dan kurangnya keamanan telah meningkatkan perjuangan warga untuk bertahan hidup sehari-hari.

Para misionaris Kristen diculik tak lama setelah meninggalkan kota Croix-des-Bouquets dan ditahan geng bersenjata, menurut sumber keamanan yang dikutip AFP.

Dilansir BBC, Minggu (17/10), pemerintah AS belum memberikan informasi apa pun tentang insiden itu, tetapi Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada AFP, mereka telah melihat laporan tersebut dan keselamatan warga Amerika di luar negeri adalah salah satu prioritas tertingginya.

Christian Aid Ministries, sebuah organisasi yang berbasis di AS, mengirim pesan suara kepada kelompok-kelompok agama di Haiti sebagai "peringatan doa khusus", seperti dilaporkan AP.

Organisasi tersebut bekerja sama dengan kedutaan AS di Haiti untuk menentukan langkah yang harus dilakukan untuk membantu para korban penculikan.

Christian Aid Ministries mendukung warga Haiti sebagian besar melalui sumbangan dan persediaan tempat tinggal, makanan dan pakaian untuk anak-anak dan membantu mendanai pendidikan mereka.

Geng-geng bersenjata telah menguasai distrik-distrik termiskin di ibukota Haiti selama bertahun-tahun. Baru-baru ini mereka telah memperluas kekuasaan mereka ke bagian lain ibu kota Haiti, Port-au-Prince dan daerah-daerah sekitarnya.

Lebih dari 600 penculikan tercatat dalam tiga kuartal pertama tahun 2021, dibandingkan dengan 231 pada periode yang sama tahun lalu, menurut kelompok masyarakat sipil setempat.

Kekerasan di Haiti - negara termiskin di benua Amerika - telah meningkat baik sejak pembunuhan Presiden Moise dan gempa bumi bulan berikutnya yang menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Menurut New York Times, banyak pihak di Haiti meminta AS untuk mengirim pasukan ke negara itu, namun enggan diterima pemerintahan Presiden Joe Biden.

Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma (mdk/pan)

Baca juga:
Perjalanan Berbahaya Imigran Haiti Menuju AS
Foto Penjaga Perbatasan AS Cambuki Migran Haiti Picu Kemarahan
Aksi Petugas Berkuda AS Usir Imigran Haiti di Perbatasan
Potret Korban Gempa Haiti Bertahan di Gubuk Seadanya
Korban Gempa Haiti Rebutan Bantuan Bahan Pangan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami