Mufti Agung Saudi: Umat Islam Dibolehkan Salat Idul Fitri di Rumah

Mufti Agung Saudi: Umat Islam Dibolehkan Salat Idul Fitri di Rumah
DUNIA | 18 Mei 2020 17:12 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Abdulaziz al-Sheikh kemarin mengatakan warga muslim dibolehkan melaksanakan ibadah salat sunat Idul Fitri di rumah karena pandemi corona membuat masjid-masjid di seluruh dunia tutup.

Pelaksanaan salat Id itu bisa dilakukan sendiri atau berkelompok, kata sang mufti Saudi, seperti dilansir laman Al Arabiya, Senin (18/5).

Salat Id di akhir bulan suci Ramadan diperkirakan akan jatuh pada 23 atau 24 Mei mendatang tergantung penglihatan bulan baru atau hilal.

Di hari Idul Fitri warga muslim bisa melaksanakan salat id sekitar 15 atau 30 menit setelah terbit matahari dan dilanjutkan hingga salat dhuha--salat sunat di antara subuh dan salat zuhur, kata Sheikh Al-Sheikh.

Dalam hal zakat fitrah, mufti Saudi menuturkan, umat Islam bisa memberikan zakat kepada organisasi yang terpercaya.

Pandemi covid-19 di seluruh dunia membuat banyak masjid ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona.

1 dari 2 halaman

Di Indonesia

rev1

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan panduan Salat Idul Fitri 2020 bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin, menyarankan masyarakat melaksanakan Salat Idul Fitri di rumah masing-masing, baik secara mandiri maupun berjemaah jika berada di kawasan yang penyebaran Virus Corona atau Covid-19 belum terkendali.

"Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjemaah bersama anggota keluarga, atau secara sendiri, terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali," ujar Hasanuddin dalam keterangannya, Rabu (13/5).

Namun, jika berada di kawasan yang kasus Covid-19 sudah terkendali pada 1 Syawal 1441 H mendatang, maka Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjemaah di tanah lapang, masjid, musala atau tempat lain.

2 dari 2 halaman

Salah satu yang menandai penyebaran Covid-19 di daerah tersebut terkendali adalah angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun. Selain itu, disertai kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan penjelasan ahli yang kredibel dan amanah. Tetapi tidak lupa protokol kesehatan mencegah Covid-19 harus diterapkan.

"Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan, maka salat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjemaah di tanah lapang atau masjid atau musala atau tempat lain," kata dia.

Sebaliknya, jika Salat Idul Fitri dilaksanakan secara berjemaah di rumah, maka ketentuannya yakni jumlah jemaah yang salat minimal empat orang. Dengan ketentuan satu orang imam dan tiga orang makmum. Kemudian dilaksanakan khotbah Idul Fitri.

"Jika jumlah jemaah kurang dari empat orang, atau jika dalam pelaksanaan salat jemaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, maka salat Idul Fitri boleh dilakukan berjemaah tanpa khotbah," kata dia.

Tetapi jika salat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri maka ketentuannya tetap berniat melaksanakan Salat Idul Fitri secara sendiri. Dilaksanakan dengan bacaan pelan.

"Tidak ada khotbah," kata dia. (mdk/pan)

Baca juga:
Cegah Corona, Ka'bah dan Hajar Aswad Dibersihkan, Diberi Parfum Lima Kali Sehari
FBI Tak Sengaja Sebut Kaitan Arab Saudi dengan Serangan Teror 11 September di AS
Selama Libur Lebaran, Arab Saudi Berlakukan Lockdown dan Jam Malam, Mekkah Ditutup
Melihat Lebih Dekat Suasana Salat Tarawih Physical Distancing di Masjidil Haram
Aktivis Perempuan Saudi Tolak Dibebaskan Setelah Diminta Mengaku Tak Ada Penyiksaan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami