Mulai Ada Cahaya di Ujung Lorong, Tapi Perjalanan Menuju Akhir Pandemi Masih Panjang

Mulai Ada Cahaya di Ujung Lorong, Tapi Perjalanan Menuju Akhir Pandemi Masih Panjang
Mengantre Berjam-jam Demi Oksigen di Brasil. ©2021 REUTERS/Bruno Kelly
DUNIA | 26 Februari 2021 08:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sebulan lalu, pandemi terlihat suram. Lebih dari 750.000 kasus tercatat di seluruh dunia dalam satu hari. Infeksi melonjak di seluruh Amerika Serikat. Varian baru virus corona teridentifikasi di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan, mengancam berbagai belahan dunia lainnya.

Tapi bulan lalu juga membawa kejutan. Kasus baru menurun setengah dari puncaknya secara global, sebagian besar didorong perbaikan yang stabil di beberapa tempat yang sama yang telah melewati wabah dahsyat musim dingin ini.

Kasus adalah ukuran yang tidak sempurna, dan catatan serta tes Covid-19 yang tidak merata menutupi cakupan wabah, terutama di beberapa bagian Afrika, Amerika Latin dan Asia Selatan. Tetapi jumlah pasien yang datang ke rumah sakit di sejumlah negara dengan tingkat infeksi tertinggi mulai berkurang, memberi para ahli keyakinan bahwa penurunan itu nyata.

“Ini adalah momentum terbaik optimisme, tapi juga sangat rapuh dalam banyak hal,” jelas seorang ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Mailman Universitas Columbia, Wafaa El-Sadr.

“Kami melihat cahaya di ujung lorong, tapi ini masih sebuah lorong yang panjang,” lanjutnya, dikutip dari The New York Times, Kamis (25/2).

Baca Selanjutnya: Enam negara...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami