Hot Issue

Nasib Muslim Prancis di Tengah Kuatnya Sekularisme

Nasib Muslim Prancis di Tengah Kuatnya Sekularisme
DUNIA | 2 November 2020 08:02 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Di usianya yang ke-42 Mehdy Belabbas adalah sosok yang sesuai dengan janji Prancis untuk menjunjung tinggi cita-cita republik. Dia adalah putra seorang pekerja konstruksi keturunan Aljazair. Dia adalah anak pertama di keluarganya yang lulus dari sekolah di Prancis dan menjabat sebagai wakil wali kota di kota tempat dia tumbuh dewasa.

Dalam dua pekan terakhir ini Bellabas merenungkan satu hal: "Saya berpikir bagaimana seandainya saya harus pergi dari Prancis."

Renungan Belabbas dipicu oleh serangkaian kabar penuh kebencian, debat publik, terlebih diutarakan oleh para menteri di bawah kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron sebagai respons atas pembunuhan seorang guru sejarah oleh remaja muslim ekstrem 18 tahun di Paris dan diikuti serangan di Nice Kamis lalu.

Aparat Prancis mengumumkan mereka berjanji hendak menindak tegas apa yang disebut Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin sebagai "musuh dalam selimut" dengan menutup sebuah masjid, melarang sejumlah organisasi muslim yang dianggap ekstremis dan bahkan hendak melarang produk-produk buatan etnis muslim di toko-toko.

Baca Selanjutnya: Khawatir dicap teroris...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami