Niat Serang ISIS, Drone AS Tembaki 30 Petani di Afghanistan hingga Tewas

DUNIA | 20 September 2019 16:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Setidaknya 30 petani kacang pinus di Afghanistan tewas tertembak pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat, Rabu (18/9) malam waktu setempat. Drone itu seharusnya dikerahkan untuk menyerang persembunyian ISIS.

Dilansir dari laman Reuters, Kamis (19/9), serangan yang tidak disengaja itu juga melukai 40 orang lainnya. Drone salah sasaran itu menembaki para petani kacang pinus yang baru saja berkumpul, usai panen. Kejadian itu terjadi di Wazir Tangi, Provinsi Nangarhar Timur.

"Para pekerja tengah menyalakan api unggun dan duduk bersama, ketika drone datang dan mengejutkan mereka," ungkap Kepala Suku, Malik Rahat Gul.

Kejadian itu juga telah dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Pertahanan Afghanistan dan seorang pejabat senior AS di Kota Kabul. Namun, kedua pihak tidak memberi rincian informasi tentang warga sipil yang menjadi korban.

"Pasukan AS melakukan serangan drone terhadap teroris Da'esh (ISIS) di Nangarhar," jelas Juru Bicara Pasukan AS di Afghanistan, Kolonel Sonny Leggett, seperti yang dikutip oleh Reuters pada Kamis (19/9).

Sonny mengakui dugaan kematian warga sipil atas serangan tersebut. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan pejabat setempat untuk mengumpulkan bukti lapangan.

Juru Bicara Kantor Gubernur Provinsi Nangarhar Attaullah Khogyani mengatakan, sedikitnya ada sembilan mayat telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Haidar Khan, pemilik ladang kacang pinus mengatakan sekitar 150 pekerja ada di sana untuk panen. Menurut Haidar, beberapa pekerja masih dilaporkan hilang.

Kelompok ISIS pertama kali muncul di Afghanistan pada 2014. Sejak saat itu, mereka mulai melancarkan serangan untuk melawan pemerintah, pasukan AS, dan Taliban.

Tentara AS memperkirakan, ISIS setidaknya memiliki 2.000 anggota. Namun, jumlah anggota ISIS sulit untuk dipastikan karena keberadaan mereka berpencar, hingga sulit diketahui.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari ISIS mengenai drone AS yang salah target itu.

Pagi ini, 20 orang tewas dalam insiden bom bunuh diri di Provinsi Zabul, Afghanistan. Tak berlangsung lama setelah kejadian, pasukan Taliban mengakui aksi serangan itu dilakukan oleh pihaknya.

Sekitar 14.000 tentara AS ditugaskan di Afghanistan untuk memberikan pelatihan kepada pasukan keamanan Afghanistan. Mereka juga melakukan operasi militer untuk melawan ISIS dan gerakan Taliban.

Ratusan warga sipil tewas dalam pertempuran di Afghanistan, setelah perundingan damai antara AS dan Taliban tak jua menemui titik terang.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump membatalkan rundingan damai dengan Taliban. Pemimpin Taliban sempat memperingatkan Trump akan menyesali keputusan tersebut.

Ketegangan militer di Afghanistan telah menewaskan hampir 4.000 warga sipil, menurut pernyataan PBB.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
Bom Bunuh Diri Dekat Kantor Intelijen Afghanistan, 20 Orang Tewas
Kampanye Pemilu Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri, 48 Orang Tewas
Afghanistan Tuding Taliban Diperintah Qatar untuk Bunuh Warga
Trump Batalkan Diskusi Perdamaian dengan Taliban
Melacak Rute Pasokan Senjata AS yang Jatuh ke Tangan ISIS
Perempuan Afghanistan Menatap Suram Masa Depan di Bawah Taliban

(mdk/pan)