Oman Serukan Dialog, Uni Eropa dan Jerman Minta AS-Iran Turunkan Ketegangan

Oman Serukan Dialog, Uni Eropa dan Jerman Minta AS-Iran Turunkan Ketegangan
DUNIA | 6 Januari 2020 07:21 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Konflik Iran versus Amerika Serikat (AS) semakin memanas. Serangan drone AS yang menewaskan Pimpinan Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassim Sulaimani membuat Iran meradang. Pentagon mengatakan serangan tersebut atas perintah Presiden Donald Trump dan bertujuan untuk membunuh Sulaimani.

Setelah serangan Jumat (3/1) menyasar iring-iringan Sulaimani dan pimpinan militer Irak, Abu Mahdi Al Muhandis itu, sejumlah pihak mengkhawatirkan akan terjadi perang dunia ketiga. Iran berjanji akan membalas serangan tersebut.

Sejumlah negara menyerukan agar ditempuh jalan dialog diplomasi untuk mencari solusi atas konflik kedua negara. Seruan tersebut salah satunya datang dari Oman.

Kesultanan Oman menyerukan AS dan Iran mengatasi konflik melalui jalan dialog dan solusi diplomasi, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Oman pada Minggu (5/1).

"Kesultanan mengikuti perkembangan eskalasi yang tidak menguntungkan antara AS dan Republik Islam Iran dan menyerukan kedua belah pihak untuk menggunakan dialog dan mencari cara diplomatik untuk menyelesaikan konflik di wilayah tersebut," tulis kantor berita itu, dilansir dari Alarabiya.

"Kesultanan juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan upaya mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan itu," lanjutnya dalam sebuah kicauan.

1 dari 2 halaman

Turunkan Ketegangan

rev1

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell pada Sabtu menekankan pentingnya penurunan ketegangan setelah pembunuhan Sulaimani di Baghdad. Setelah bertemu Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di Brussel, Belgia, Borrell menulis di Twitter hasil pertemuannya.

"Berbicara dengan Menlu Iran @JZarif mengenai perkembangan terbaru. Menggarisbawahi perlunya de-eskalasi ketegangan, untuk menahan diri & menghindari eskalasi lebih lanjut," kicaunya.

Borrell juga mendesak Jazad Zarif untuk mempertahankan perjanjian nuklir yang dinegosiasikan antara Iran dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB - Inggris, Prancis, China, Rusia dan Amerika Serikat - plus Jerman.

"Juga dibahas pentingnya menjaga #JCPOA, yang tetap penting untuk keamanan global. Saya berkomitmen untuk berperan sebagai koordinator," kata Borrell.

2 dari 2 halaman

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas akan mencoba melakukan pembicaraan langsung dengan Iran untuk menurunkan ketegangan setelah tewasnya Sulaimani.

"Dalam beberapa hari mendatang, kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mengatasi eskalasi situasi lebih lanjut - di PBB, Uni Eropa dan dalam dialog dengan mitra kami di kawasan, termasuk dalam pembicaraan dengan Iran," kata Maas kepada koran Bild am Sonntag.

Maas mengatakan dia menghubungi timpalannya di Inggris dan Prancis, juga Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Terlepas dari meningkatnya ketegangan di kawasan itu, Maas mengatakan ia ingin melanjutkan penempatan sekitar 120 tentara Jerman di Irak di bawah Operasi Inherent Resolve yang dipimpin AS.

"Pertarungan melawan ISIS adalah dan tetap menjadi perhatian Jerman, dan Bundeswehr (pasukan bersenjata Jerman) memberikan pelatihan penting untuk tujuan ini di lapangan," jelasnya.

Amerika Serikat dan sekutunya telah menunda pelatihan pasukan Irak karena meningkatnya ancaman yang mereka hadapi setelah serangan udara AS di Baghdad pada hari Jumat, militer Jerman mengatakan dalam sebuah surat yang dilihat Reuters.

Maas mengatakan situasi di wilayah tersebut menjadi lebih tidak stabil, tetapi tidak ada ancaman nyata bagi Jerman sejauh ini. (mdk/pan)

Baca juga:
Warga AS Datangi Gedung Putih Protes Serangan Udara di Irak
Berduka Atas Kematian Qassim Sulaimani, Kelompok Garis Keras & Reformis Iran Bersatu
Parlemen Irak Serukan Pengusiran Tentara Amerika
Donald Trump Sebut AS Siap Sedia Hadapi Balasan Iran Atas Kematian Qassim Sulaimani
Jenazah Qassim Sulaimani Tiba di Iran, Disambut Ribuan Pelayat
Presiden Iran Tegaskan Akan Balas AS Atas Kematian Jenderal Qassim Sulaimani

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami