Pakar geologi memperkirakan tahun depan bakal terjadi banyak gempa bumi

Pakar geologi memperkirakan tahun depan bakal terjadi banyak gempa bumi
DUNIA | 20 November 2017 05:31 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Sejumlah pakar geologi meminta semua orang lebih waspada pada tahun depan. Sebab, mereka memperkirakan bakal terjadi lebih banyak gempa bumi dipicu kecepatan perputaran bumi yang berubah-ubah bahkan cenderung melambat.

Menurut beberapa geolog, fluktuasi rotasi Bumi memang tidak terlampau besar. Kemungkinan yang paling dirasakan adalah perbedaan panjang hari yang berubah sekitar beberapa milidetik. Namun, hal itu bisa berdampak terhadap energi dilepaskan dari gesekan antarlempeng bumi. Bahkan bisa memicu aktivitas kegempaan yang lebih sering, terutama di daerah tropis, seperti dilansir dari laman The Guardian, Minggu (19/11).

Kesimpulan itu diberikan oleh dua peneliti berbeda di Amerika Serikat. Yakni Roger Bilham dari Universitas Colorado, Boulder, dan Rebecca Bendick dari Universitas Montana, Missoula. Keduanya memaparkan hasil riset mereka dalam makalah dalam pertemuan Masyarakat Geologi Amerika, Oktober lalu.

Bilham dan Bendick menyatakan mendasarkan penelitiannya pada sejumlah gempa bumi dengan skala kekuatan 7 dan di atasnya, yang terekam sejak 1900-an. Mereka menyimpulkan ada lima masa di mana terjadi sejumlah gempa besar di Bumi, dibandingkan dengan waktu lainnya. Menurut Bilham, pada saat-saat tertentu bisa terjadi 25 sampai 30 kali gempa bumi besar dalam setahun. Sedangkan di masa lainnya paling banyak rata-rata 15 kejadian.

Bilham dan Bendick menyatakan, ketika rotasi Bumi sedikit melambat, maka jumlah gempa bumi bertambah. Mereka menyatakan, ada masa selama lima tahun perputaran Bumi berkurang.

"Hubungan antara rotasi Bumi dan gempa bumi sangat kuat, dan kemungkinan frekuensinya meningkat pada tahun depan. Itu berbanding lurus. Bumi memberi kita waktu lima tahun buat bersiap menghadapi gempa," kata Bilham.

Bilham dan Bendick melanjutkan, ternyata rotasi Bumi sudah mulai melambat sejak empat tahun lalu, diukur melalui jam atom. Maka dari itu keduanya menyatakan supaya jangan heran jika tahun depan diperkirakan jumlah gempa bumi agak meningkat. Namun, lanjut mereka, gempa bumi tidak bisa diramal kapan bakal terjadi. (mdk/ary)

Baca juga:

Sabtu pagi, gempa 6,9 SR guncang Tibet

Meratapi kondisi wilayah paling parah terkena dampak gempa Iran

Ujian universitas Korsel ditunda karena gempa, mahasiswa kecewa berat

Gempa 5,4 SR guncang Korea Selatan, banyak bangunan hancur

Korea Selatan diguncang gempa berkekuatan 5.5 SR

Batuan sebesar mobil berjatuhan saat gempa di Irak

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5