Pakistan Pastikan Beri China Perlindungan Laiknya Warga Sendiri

DUNIA | 24 November 2018 12:42 Reporter : Jayanti

Merdeka.com - Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada hari Jumat (23/11) kemarin melakukan pembicaraan darurat melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi. Dalam percakapan itu, Qureshi memberi tahu Wang tentang serangan di Konsulat China di Karachi, Pakistan Selatan.

Dilansir dari China.org.cn, Sabtu (24/11), Quershi mengatakan penyelidikan awal sedang dilakukan oleh Pakistan. Dia mengungkapkan bahwa pemerintah Pakistan dan semua sektor masyarakat sangat mengutuk serangan teroris tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa pemerintah beserta orang-orang Pakistan akan berdiri bersama-sama untuk China. Pihak Pakistan akan melakukan penyelidikan menyeluruh, dan menjamin semua tindakan maupun upaya yang perlu diambil akan dilakukan demi menghilangkan aksi teroris.

"Persahabatan Pakistan-China sangat berharga dan unik dan negara akan melindungi keselamatan teman-teman China seperti melindungi warganya sendiri," kata Qureshi.

Sementara itu, Wang mengatakan laporan yang dibuat Qureshi merupakan wujud dari persahabatan China-Pakistan yang tak tergoyahkan. Dia menyampaikan bahwa China sangat terkejut oleh serangan itu, dan sangat mengutuk kejahatan yang dilakukan terhadap lembaga diplomatik.

Pihaknya juga menghargai tindakan cepat dan tegas polisi Pakistan dalam memastikan keselamatan semua warga negara China di kompleks diplomatik, dan mengungkapkan belasungkawa pada polisi Pakistan yang tewas dalam insiden itu.

Wang meminta pihak Pakistan untuk memperhatikan dan melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden itu, demi mencegah hal serupa terulang kembali. Dia menekankan bahwa setiap upaya yang dimaksudkan untuk merusak persahabatan China-Pakistan pasti akan gagal, karena Pakistan mampu menjaga keamanan dan stabilitas domestiknya.

Sebelumnya, dua polisi dilaporkan tewas dalam insiden penyerangan di kantor konsulat China di kota pesisir selatan Karachi, Pakistan. Serangan tembakan itu terdengar pada sekitar pukul 09:30 waktu setempat di luar konsulat di kawasan Clifton.

Empat pria bersenjata berusaha memasuki konsulat tetapi dihentikan oleh petugas keamanan di sebuah pos pemeriksaan, kata laporan dikutip dari Aljazeera, Jumat(23/11).

Juru bicara Tentara Liberation Baloch (BLA), Jihand Baloch, mengatakan kelompok bersenjatanya bertanggung jawab atas serangan pada konsulat China. Dia mengungkapkan bahwa ada tiga penyerang bersenjata dan granat yang terlibat dalam serangan.

Baca juga:
Pimpin Protes Pembebasan Eks Terdakwa Panistaan Agama, Ulama Pakistan Ditahan Polisi
Kantor Konsulat China Diserang Kelompok Bersenjata, 2 Polisi Tewas
Kaum Ekstremis di Pakistan Buru Keluarga Bekas Terpidana Penistaan Agama
Warna-warni Perayaan Maulid Nabi di India dan Pakistan
China Sebar Utang, Ke Negara Mana Sajakah?
Pengacara eks terpidana mati kasus penistaan agama di Pakistan minta suaka ke Belanda

(mdk/bim)