Palestina Bakal Gelar Pemilu Setelah 15 Tahun

Palestina Bakal Gelar Pemilu Setelah 15 Tahun
Mahmud Abbas. ©Reuters/Muhamad Torokman
DUNIA | 17 Januari 2021 15:00 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Presiden Palestina Mahmud Abbas pada Jumat (15/1) mengumumkan pemerintah akan menggelar pemilihan presiden dan anggota parlemen untuk pertama kalinya setelah absen selama 15 tahun.

Langkah itu ditempuh demi memulihkan perpecahan antarkelompok di Palestina.

Beberapa pihak meyakini pemilu jadi salah satu respons pemerintah dalam menjawab kritik atas keabsahan institusi politik di Palestina, termasuk kepemimpinan Abbas sebagai presiden.

Rencana menggelar pemilu itu diumumkan oleh Palestina beberapa hari sebelum pelantikan presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden. Palestina berharap Biden dapat memulihkan hubungan AS-Palestina yang terpuruk akibat beberapa kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump.

Otoritas Palestina (PA), lembaga yang memiliki otonomi terbatas di Tepi Barat, mengumumkan pihaknya akan menggelar pemilihan legislatif pada 22 Mei dan pemilihan presiden pada 31 Juli 2021. Tepi Barat dan Yerusalem Timur merupakan daerah yang diduduki paksa oleh Israel setelah perang 1967.

"Presiden menginstruksikan komite pemilihan umum dan seluruh lembaga untuk menggelar pemilihan umum yang demokratis di seluruh kota di tanah air," demikian isi pengumuman dari PA atau kantor kepresidenan. Pemilu nantinya akan digelar di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur.

Beberapa faksi di Palestina kembali memulihkan hubungan dan mereka berusaha menunjukkan Palestina yang bersatu setelah Israel membentuk hubungan diplomatik dengan empat negara Arab.

Hamas, faksi garis keras Islam yang menjadi rival Abbas di dalam negeri, menyambut baik pengumuman tersebut.

"Kami telah berusaha menghadapi seluruh tantangan selama beberapa bulan terakhir sehingga kita dapat tiba di hari ini (menggelar pemilu, red)," kata Hamas melalui pernyataan tertulisnya.

Baca Selanjutnya: Persaingan ketat...

Halaman

(mdk/pan)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami