Pandemi Corona Jadi Batu Ujian Kekuasaan Sang Putera Mahkota

Pandemi Corona Jadi Batu Ujian Kekuasaan Sang Putera Mahkota
DUNIA | 8 April 2020 08:11 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Makkah dan Madinah kini sunyi dari jemaah yang hendak beribadah di dua kota suci umat Islam itu. Bioskop, stadion olah raga ditutup dan konser-konser dibatalkan. Pandemi corona mengancam kekuasaan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Demikian dikatakan Madawi al-Rasheed, profesor pengamat di Institut Timur Tengah London School of Economics dalam tulisannya di laman Middle East Eye, Senin (6/4).

Visi 2030 MBS dan Program Transformasi Nasional, kata Rasheed, kini ambyar. Harga minyak dunia jatuh, serangkaian program di dunia hiburan ditunda, pariwisata yang jeblok hanya segelintir dari sejumlah masalah yang dihadapi MBS karena corona. Aparat kini tengah menerapkan karantina wilayah, jam malam, dan pembatasan serta jaga jarak sosial untuk menghadapi penyebaran virus corona.

Keputusan pemerintah Saudi yang memberlakukan jam malam di Makkah dan Madinah menjadi pertanda betapa propaganda pemerintah yang sebelumnya mengatakan mereka mampu menangani pandemi ini telah gagal dan menganggap masalah ini adalah "isu Syiah".

1 dari 2 halaman

Di awal merebaknya corona di Saudi, MBS segera mengirimkan pasukan untuk mengepung Qatif, lokasi warga mayoritas Syiah. Tindakan itu memberi kesan kuat bahwa warga Qatif telah menentang larangan mengunjungi Iran yang sudah lebih dulu terpapar corona.

Penduduk Qatif diblokade dan propaganda pemerintah menunjukkan ada isu sektarian di tengah pandemi corona ini. Beberapa hari kemudian warga Saudi ada yang terjangkit corona di Ibu Kota Riyadh dan Jeddah.

Kini Makkah dan Madinah mengalami jam malam dan itu mempengaruhi kebijakan sebelumnya yang bermaksud menambah jumlah jemaah lewat "wisata religi" sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi.

Pemerintah Saudi menyerukan seluruh warga muslim di dunia menunda ibadah haji yang akan berlangsung Agustus mendatang. Sementara ibadah umrah sudah lebih dulu dilarang mulai bulan lalu.

Pandemi corona saat ini menghambat ambisi nasionalis MBS yang ingin membuat Saudi lebih terbuka dengan mengizinkan konser-konser, pertandingan olah raga, bioskop di Negeri Petro Dolar.

2 dari 2 halaman

Seperti di negara-negara lain saat ini, rakyat Saudi harus mengisolasi diri di rumah, menanti masa depan yang belum jelas sementara negara sudah tidak bisa lagi menghamburkan uang untuk menyediakan lapangan kerja, gaji selangit, fasilitas kesehatan, perumahan, dan pendidikan.

Jemaah haji kemungkinan akan sepi di bulan Agustus nanti dan itu semakin memukul kondisi ekonomi Saudi yang selama ini lebih mengandalkan pendapatan dari minyak. Di tengah perekonomian dunia yang anjlok, Arab Saudi bisa kehilangan kesempatan menjadi negara tujuan investasi asing.

Pandemi corona akan menguji kemampuan MBS dalam mengelola kekuasaannya dan membuktikan apakah dia benar seorang penyelamat negeri seperti propaganda yang digaungkan selama ini. (mdk/pan)

Baca juga:
Setelah Makkah dan Madinah, Saudi Berlakukan Jam Malam Hampir di Semua Kota
Raja Salman Gelontorkan Rp39 Triliun Buat Bayar Gaji Pegawai Swasta Demi Hindari PHK
Sepi, Begini Suasana Kota Suci Makkah Saat Pemberlakuan Jam Malam
Proyek Kilang Cilacap, Pertamina Beri Tenggat Waktu Aramco Hingga April 2020
Saudi Berlakukan Jam Malam di Makkah dan Madinah Cegah Penyebaran Virus Corona
Arab Saudi Serukan Muslim di Seluruh Dunia Tunda Haji dan Umrah karena Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami