Panggilan telepon pria ini diabaikan selama 15 jam oleh Qantas

Panggilan telepon pria ini diabaikan selama 15 jam oleh Qantas
Qantas. ©2012 Shutterstock/Tupungato
DUNIA | 4 Agustus 2012 11:54 Reporter : Rizqi Adnamazida

Merdeka.com - Andrew Kahn, pria asal Adelaide, Australia, ini berniat memastikan penerbangannya ke New York. Ia pun menelepon maskapai penerbangan Qantas. Namun setelah tersambung, panggilan teleponnya diabaikan selama 15 jam oleh Qantas!

"Aku akhirnya menutup telepon. Aku tidak tahan lagi," cerita Kahn, seperti yang dikutip dari independent.ie (04/08).

Selama 15 jam 40 menit dan 1 detik itu, Kahn mengaku sempat surfing di internet, tertidur sebentar, dan belajar. Bayangkan saja, 15 jam itu jauh lebih lama dari penerbangan Australia menuju New York.

Kahn menuturkan, ia berusaha menghubungi Qantas untuk memastikan penerbangannya dari Adelaide ke New York hari Minggu. Saat itu, Kahn menelepon pada Rabu pukul 19.22 waktu setempat. Tetapi setelah tersambung, Kahn diminta menunggu sebentar. Selama beberapa menit, panggilannya tak juga dilanjutkan. Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya dengan frustasi Kahn menutup telepon keesokan harinya pada 11.01 siang.

Kahn kemudian melakukan panggilan kedua dan langsung tersambung. Sayangnya, niatnya untuk memastikan penerbangan tidak semulus perkiraannya. Pihak Qantas menyebutkan tidak ada daftar pemesanan tiket pesawat atas namanya.

Ketika Kahn protes tentang panggilan teleponnya yang diabaikan, anehnya Qantas membantah ada kejadian seperti itu.

"Faktanya, rata-rata waktu tunggu kami di bawah waktu satu menit. Kemudian yang terlama adalah 17 menit, demikian ujar juru bicara Qantas.

Hal ini jelas membuat Kahn berang. Sebab penerbangannya gagal dan panggilan teleponnya diabaikan.

"Pesanan tiket penumpang dibatalkan karena ada sistem yang bermasalah, dan sekarang sedang diatur ulang. Kami sedang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan kami minta maaf atas semuanya," tutup juru bicara Qantas. (mdk/riz)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami