Parade Militer China Jadi Pertanda Berakhirnya Dominasi Amerika

DUNIA | 4 Oktober 2019 07:35 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Selasa lalu seluruh dunia menyaksikan bagaimana perayaan hari Nasional China ke-70 digelar dengan megah di Bejing. Namun para pengamat militer lebih khusus menyoroti peralatan tempur Negeri Tirai Bambu yang dinilai mampu menandingi kekuatan militer Amerika Serikat untuk beberapa dekade mendatang.

Hari Nasional itu menandai tujuh dekade kekuasaan Partai Komunis China dan menjadi ajang pamer rudal-rudal anyar hipersonik, pesawat nirawak canggih, tank, pesawat pengebom, dan wahana bawah laut serta helikopter yang menyaingi Black Hawk milik AS. Tak hanya itu, sejumlah perlengkapan militer lainnya juga menunjukkan pesatnya anggaran militer China dalam rencana jangka panjang mereka mengakhiri dominasi Amerika di Asia dan belahan dunia lainnya.

Dikutip dari laman the Washington Times, Selasa (1/10), pengamat menyebut parade militer China itu menjadi peringatan bagi negara Barat dan indikasi majunya perkembangan militer China hingga mereka kini berada pada titik mampu bersaing berhadap-hadapan dengan kekuatan Amerika di Pasifik. Pejabat Pentagon mengatakan strategi mereka untuk menghadapi China bertumpu pada paradigma baru: kekuatan AS yang adikuasa sudah menjadi cerita masa lalu.

"Kita sudah tidak lagi berada di masa kekuatan Amerika yang mendominasi tapi kini pasukan kita harus berhadapan dengan pesaing yang hampir setara dan punya kemampuan canggih," kata Randall G Schriver, asisten menteri pertahanan untuk kawasan Indo-Pasifik kepada hadirin di Brookings Institution di Washington beberapa jam setelah parade militer China digelar.

1 dari 2 halaman

Angkatan Bersenjata Terbesar di Dunia

Para pejabat China kemudian menyebut parade militer itu bukan untuk menakut-nakuti atau mengintimidasi musuh-musuhnya. Presiden Xi Jinping menekankan kebangkitan China ini jangan dianggap sebagai ancaman bagi negara-negara tetangganya atau negara Barat. China saat ini sudah menjadi negara dengan kekuatan ekonomi dan manufaktur kelas dunia dan bisa melampaui AS sebagai negara dengan produk domestik bruto terbesar di dunia dalam waktu dua tahun mendatang.

Bahkan perayaan HUT China ke-70 itu mendapat ucapan selamat dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang beberapa tahun ini kerap mengkritik dan terlibat perang dagang dengan China.

"Selamat kepada Presiden Xi dan rakyat China dalam perayaan ke-70 HUT RRC," kata Trump dalam kicauannya di Twitter.

Parade militer selama tiga jam itu diikuti lebih dari 15.000 prajurit yang berbaris melintasi jalanan Beijing. Tentara Pembebasan Rakyat kini adalah angkatan bersenjata terbesar di dunia dengan lebih dari 2 juta personel baik laki-laki dan perempuan.

"Tidak ada satu kekuatan pun yang bisa menggoyahkan landasan negara hebat ini," ujar Xi yang mengenakan pakaian ala Mao ketika dia berpidato di samping para pemimpin partai di Lapangan Tiananmen, seperti dilansir laman Channel News Asia, Selasa (1/10).

"Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan orang China dan negara China untuk melangkah maju," kata pria yang disebut-sebut sebagai pemimpin terkuat setelah Mao itu.

2 dari 2 halaman

AS Bisa Lumat Dalam Hitungan Jam

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menghadirkan peralatan tempur terbaru, termasuk rudal DF-41 yang merupakan rudal balistik antarbenua dengan daya jelajah yang mampu menjangkau seluruh daratan Amerika Serikat. Dalam parade ini juga ditampilkan peluncur roket hipersonik DF-17.

Jet-jet tempur China juga melesat di langit Beijing seiring pesawat nirawak (drone) juga mengudara dengan kecepatan tinggi. Media pemerintah, Xinhua, menyebut kemunculan drone ini adalah yang pertama kali dalam parade militer.

Sebuah laporan penelitian dari Pusat Studi Amerika Serikat di Universitas Sydney, Australia, menyatakan Amerika kini bukan lagi sebagai kekuatan utama di Asia dan China dengan pesat meningkatkan kemampuan rudalnya hingga bisa melumat seluruh pangkalan militer AS di Asia hanya dalam hitungan jam. (mdk/pan)

Baca juga:
Tiongkok Kembangkan Kamera Pengawas 500MP, Buat Apa?
Taiwan Kecam Kediktatoran China dalam Perayaan ke-70 Partai Komunis
Aksi Prajurit Cantik China dalam Parade Militer HUT 70 Tahun RRC
70 Tahun Partai Komunis, Xi Jinping Klaim Tak Ada yang Bisa Goyahkan China
Parade Militer Memperingati 70 Tahun Berdirinya RRC
Menguak Strategi Militer China Hadapi Perubahan Zaman di Era Perang Modern