Partai Tak Kunjung Sepakat Koalisi, Israel Siap Langsungkan Pemilu Putaran ke-3

DUNIA | 21 September 2019 12:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemilihan Perdana Menteri Israel akan memasuki babak ketiga. Pada dua pemilu sebelumnya, kedua partai politik utama Negeri Zionis gagal meraih suara terbanyak di parlemen.

Belum ada informasi lebih lanjut akan keberhasilan kedua partai yang dipimpin oleh petahana Benjamin Netanyahu dan oposisi Benny Gantz membentuk pemerintah koalisi. Benny Gantz mengatakan sanggup untuk membentuk koalisi. Namun, dia tidak menginginkan Natanyahu menjadi Perdana Menteri Israel.

Dilansir dari VOA Indonesia, Sabtu (21/9), meski waktu yang tersedia untuk melakukan perundingan masih berpekan-pekan, tetapi syarat-syarat yang diberikan antara masing-masing partai justru menghalangi perundingan. Selain itu, kemungkinan juga akan menjadi berlarut-larut hingga melampaui tenggat waktu.

Sebelumnya, hasil hitung suara mencatatkan Partai Biru dan Putih yang berhaluan tengah, meraih 33 kursi di parlemen yang beranggotakan 120 orang, sementara partai konservatif Netanyahu, Partai Likud, hanya meraih 31 kursi.

Tidak ada satupun partai yang dapat membentuk pemerintahan yang mengontrol setidaknya 61 kursi tanpa dukungan Avigdor Lieberman dari Partai Yisrael Beitune. Akan tetapi, kekukuhannya untuk membentuk pemerintah sekuler akan memaksa keluar sekutu-sekutu kuat Netanyahu, yakni partai-partai ultra-Orthodoks dan sebuah partai relijius lain yang nasionalis.

Reporter Magang: Ellen Riveren

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Janji yang Membahayakan Palestina
Drone Israel yang Diduga Bawa Bahan Peledak ke Lebanon
Netanyahu Menang Pemilu Ulang, Akan Kembali Menjabat untuk Periode Kelima
Indonesia Kritik Rencana Netanyahu Rebut Paksa Tepi Barat Palestina
Aksi Warga Gaza Ketapel Pasukan Israel dari Perbatasan
Prosesi Pembaptisan di Sungai Yordan Tepi Barat
Janji Netanyahu Caplok Lembah Jordan Picu Kontroversi dan Kemarahan

(mdk/bim)

TOPIK TERKAIT