Pasangan ini klaim suara azan jadi perusak liburan saat di Turki

DUNIA | 26 April 2014 15:32 Reporter : Vincent Asido Panggabean

Merdeka.com - Sepasang kekasih asal Jerman dikabarkan telah mengajukan tuntutan di sebuah pengadilan di negara itu, setelah mengklaim sebuah masjid telah merusak liburan mereka di Turki akibat suara azan yang dianggap mengganggu.

Pasangan itu mengajukan tuntutan mereka di Kota Hannover, Jerman, tempat di mana agen perjalanan yang mengorganisir liburan mereka ke Turki berada, dan mengklaim mereka tidak bisa bersantai di hotel bintang lima di Angora Beach Resort di Kota Doganbey di Pantai Aegean, akibat terganggu suara azan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (25/4).

Pasangan itu juga menuntut setengah dari biaya perjalanan mereka yakni Rp 37 juta, setelah mengklaim panggilan salat yang diperdengarkan dengan pengeras suara (azan) dari sebuah masjid terdekat membuat mereka tidak dapat bersantai, seperti dikutip surat kabar the Daily Mail, kemarin.

Namun, pengadilan menolak tuntutan mereka dan mengatakan bahwa agen perjalanan tidak bersalah. Selain itu pasangan tersebut juga harusnya tidak terkejut dengan adanya suara azan lima kali sehari karena faktanya hotel tempat mereka menginap berada di pusat kota.

"Suara panggilan untuk melaksanakan salat di Turki sebanding dengan suara lonceng gereja di negara Kristen. Ini bukan suatu hal dari kurangnya pelayanan," ujar pengadilan, seperti dikutip koran Jerman, the lokal. (mdk/fas)

Baca juga:
Turki larang unjuk rasa di Alun-Alun Taksim saat Hari Buruh
Gunung Nemrut, persemayaman dewa-dewa yang terpenggal
Perdana Menteri Turki sebut Twitter pengemplang pajak

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.