Pastor Tanggapi Trump Saat Demo: Alkitab Bukan Properti, Agama Bukan Alat Politik

Pastor Tanggapi Trump Saat Demo: Alkitab Bukan Properti, Agama Bukan Alat Politik
DUNIA | 3 Juni 2020 15:06 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Di tengah demonstrasi besar terkait kematian warga kulit hitam Amerika Serikat, George Floyd, Presiden Donald Trump mengunjungi gereja di dekat Gedung Putih, Gereja Episcopal St John. Di depan gereja, sembari memegang Alkitab, dia berpose dan menggelar konferensi pers singkat.

Setelah pada malam itu dia ke gereja, keesokan harinya Trump mengunjungi gereja St Paul di Washington DC. Namun kunjungan Trump ini mengagetkan pemuka agama AS.

Uskup Episcopal Washington, Mariann Budde, mengatakan: "Presiden hanya memanfaatkan Alkitab, teks paling suci dari tradisi Yahudi-Kristen, dan salah satu gereja di keuskupan saya, tanpa izin, sebagai latar belakang untuk suatu pesan bertentangan dengan ajaran Yesus."

James Martin, seorang imam Yesuit dan konsultan untuk departemen komunikasi Vatikan mengkritik keras kunjungan singkat Trump tersebut.

"Biarkan saya memperjelas. Ini memalukan. Alkitab bukan properti. Gereja bukan lokasi latar belakang berpose. Agama bukan alat politik. Tuhan bukan mainanmu," tegasnya di Twitter, dilansir dari BBC, Rabu (3/6).

1 dari 2 halaman

Rabbi Jack Moline, Presiden Aliansi Antaragama, mengatakan: "Melihat Presiden Trump berdiri di depan Gereja Episcopal St John sambil memegang Alkitab sebagai tanggapan terhadap seruan untuk keadilan rasial - segera setelah menggunakan kekuatan militer untuk membersihkan pengunjuk rasa damai - adalah salah satu dari banyak jenis penyalahgunaan agama yang mencolok yang pernah saya lihat."

Presiden Trump tak berafiliasi dengan gereja tertentu, hanya sesekali menghadiri kebaktian dan telah berkali-kali mengatakan bahwa ia tidak suka berdoa meminta pengampunan pada Tuhan.

Tetapi walaupun mungkin dia tak menganggap gereja penting bagi kehidupan pribadinya, faktor agama ini berperan penting bagi masa depan politiknya.

Pada 2016, Trump memenangkan 81 persen suara evangelis kulit putih dan hasil jajak pendapat menemukan 60 persen orang Katolik kulit putih lebih mendukungnya dibandingkan Hillary Clinton yang hanya mendapat dukungan 37 persen.

Status Trump, pemenang suara dari pemilih evangelis dan konservatif, menjadi terlihat aneh mengingat dia kerap menggunakan retorika yang memecah-belah, tiga kali pernikahannya, tuduhan penyerangan seksual oleh belasan perempuan, uang tebusan yang dibayarkan kepada seorang aktris film porno, dan catatan pernyataan palsu yang dibuat selama masa jabatannya - lebih dari 18.000 menurut situs web Politifact Poynter Institute.

2 dari 2 halaman

Tetapi dia memiliki ikatan yang kuat dengan pemilih berlatar belakang kelompok agama dengan merangkul prioritas politik mereka dan menunjuk dua hakim agung - Brett Kavanaugh dan Neil Gorsuch - dan hakim federal dengan dukungan mereka.

Ini mungkin menjelaskan mengapa - walaupun dia sendiri seorang jemaat yang tidak begitu religius - presiden telah berulang kali menuntut pembukaan kembali gereja, dengan mengatakan, pada 22 Mei, "Jika mereka tidak melakukannya, saya akan menegur gubernur."

Kelompok konservatif religius tampaknya menjadi inti paling kuat dari basis pemilih Trump, meskipun ada kerusuhan politik dan sejumlah besar kematian akibat Covid-19.

Menurut Jajak Pendapat Pew Research terbaru, 75 persen kalangan Protestan evangelis kulit putih mengatakan Trump berkinerja baik dalam menangani pandemi - turun 6 poin dari persentase enam pekan sebelumnya.

Menurut analisis oleh situs web FiveThirtyEight, yang mengumpulkan semua data jajak pendapat, 43 persen orang Amerika setuju dengan penanganan presiden terhadap pandemi virus corona, sementara 53,4 persen tidak setuju.

Beberapa pemimpin agama berharap kunjungan Trump ke tempat ibadah itu dapat mendorongnya untuk merenungkan pesan Paus Yohanes Paulus II, yang dikirim ke PBB pada 1995.

"Jawaban atas ketakutan yang menggelapkan keberadaan manusia pada akhir abad ke-20," katanya, "adalah upaya bersama untuk membangun peradaban cinta." (mdk/pan)

Baca juga:
Ancaman Trump ke Demonstran George Floyd: Kerahkan Anjing Ganas Hingga Tentara
Aksi Protes Kematian George Floyd Meluas, KBRI Washington Imbau WNI Tetap di Rumah
Aksi Demo Serupa George Floyd Pecah di Prancis
Kata-Kata Terakhir George Floyd Ditulis Menghiasi Langit 5 Kota di AS
Istri George Floyd Menangis Menuntut Keadilan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5