Paus Fransiskus: Menyembuhkan Orang Karena Covid-19 Lebih Penting dari Ekonomi

Paus Fransiskus: Menyembuhkan Orang Karena Covid-19 Lebih Penting dari Ekonomi
DUNIA | 1 Juni 2020 11:01 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Paus Fransiskus mengatakan manusia lebih penting daripada ekonomi, menyinggung sejumlah negara yang memutuskan segera membuka kembali negara setelah ditutup karena virus corona. Paus menyampaikan hal ini saat berceramah dari jendelanya menghadap Lapangan Santo Petrus saat lockdown Italia dicabut setelah tiga bulan.

"Menyembuhkan orang-orang, bukan menyelamatkan (uang) untuk membantu perekonomian (yang penting), menyembuhkan orang yang lebih penting dari perekonomian," jelasnya, dilansir dari Reuters, Senin (1/6).

"Kita manusia adalah tempat persemayaman Roh Kudus, bukan ekonomi," lanjutnya.

Paus Fransiskus tak menyebut negara manapun. Sejumlah pemerintahan di dunia sedang mempertimbangkan apakah membuka kembali perekonomian negaranya untuk menyelamatkan standar hidup dan lapangan kerja, atau meningkatkan lockdown sampai benar-benar yakin virus bisa dikendalikan.

Ceraham Paus Fransiskus disambut tepuk tangan oleh ratusan orang yang hadir di lapangan Santo Petrus. Banyak dari mereka memakai masker dan jaga jarak beberapa meter satu sama lain.

Lapangan itu dibuka kembali untuk umum sejak Senin lalu. Biasanya ribuan orang hadir pada Minggu di lapangan tersebut. Terakhir kali Paus menyampaikan ceramahnya dari jendela pada 1 Maret, sebelum Italia menerapkan lockdown.

Lebih dari 33.000 orang meninggal dunia di Italia karena Covid-19. Pembatasan terakhir akan dicabut pada Rabu ini.

1 dari 1 halaman

Doa untuk Petugas Medis

Paus Fransiskus memimpin doa bagi para pekerja medis yang meninggal saat bertugas membantu orang lain. Dia menyampaikan harapannya dunia bisa semakin bersatu setelah berhasil keluar krisis ini, bukan malah menjadi terpecah.

"Orang tidak keluar dari krisis seperti ini sama seperti sebelumnya. Kita bisa menjadi lebih baik atau lebih buruk dari sebelumnya. Mari kita berani muncul lebih baik dari sebelumnya untuk membangun periode pascakrisis pandemi secara positif," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Arab Saudi Buka Kembali 90.000 Lebih Masjid Setelah Ditutup 2 Bulan
Kisah Dokter Muda Asal Indonesia di Garis Depan Penanganan Covid-19 di London
Di Tengah Pandemi, Pesepeda di Jerman Bergerombol Turun ke Jalan
Al-Aqsa Kembali Dibuka, Jemaah Muslim Palestina Ungkapkan Rasa Syukur
Monyet Curi Sampel Darah Pasien Covid-19 di India, Penyebaran Dikhawatirkan Meluas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5