Paus Fransiskus Sahkan Aturan Baru Antikorupsi di Vatikan

Paus Fransiskus Sahkan Aturan Baru Antikorupsi di Vatikan
DUNIA | 2 Juni 2020 10:36 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Paus Fransiskus telah menyetujui aturan baru untuk pengadaan dan pengeluaran di Vatikan yang dimaksudkan untuk memotong biaya, memastikan persaingan yang terbuka, dan mengurangi risiko korupsi dalam pemberian kontrak.

Surat Apostolik dan 30 halaman aturan baru yang dirilis pada Senin adalah puncak dari proses selama empat tahun untuk merasionalisasi prosedur pengeluaran dan menangani nepotisme dan kronisme.

Dikutip dari Reuters, Selasa (2/6), aturan itu dirilis ketika pandemi virus corona telah membuat pemasukan keuangan Vatikan sangat minim dan memaksa negara itu untuk menerapkan beberapa langkah pengendalian biaya terketat yang pernah ada.

Dalam suratnya, Paus Fransiskus mengatakan norma-norma baru akan memungkinkan "pengurangan besar bahaya korupsi".

1 dari 1 halaman

Aturan Rinci dan Transparan

Aturan baru ini mengamanatkan prosedur yang sangat terperinci dan transparan untuk pemberian kontrak barang dan jasa. Sebagian besar kontrak Vatikan dijalin dengan perusahaan Italia.

Dokumen yang bocor pada masa kepausan pendahulu Fransiskus, Paus Benediktus, menunjukkan bahwa departemen Vatikan membayar perusahaan konstruksi Italia dengan jumlah yang sangat tinggi untuk membangun sebuah perlengkapan drama kelahiran di Lapangan Santo Petrus.

Perubahan penting dalam aturan yang baru di antaranya adalah daftar tunggal pemasok yang disetujui untuk semua departemen Vatikan, sedangkan sebelumnya masing-masing departemen menyimpan daftar mereka sendiri.

Profesor Vincenzo Buonomo, rektor Pontifical Lateran University, mengatakan kepada situs resmi Vatikan News bahwa langkah ini akan membantu menghilangkan favoritisme, dan memastikan persaingan yang adil dan skala ekonomi.

Sumber-sumber Vatikan mengatakan bahwa pada masa lalu, misalnya, mereka harus membeli perlengkapan kantor dari sebuah perusahaan yang telah digunakan selama bertahun-tahun walaupun itu lebih terjangkau di tempat lain.

Buonomo mengatakan norma-norma baru akan membawa Vatikan sepenuhnya mematuhi Konvensi Merida PBB untuk melawan korupsi, yang ditandatangani Takhta Suci pada 2016.

Giuseppe Pignatone, mantan jaksa penuntut anti-mafia Italia yang kini memimpin sistem pengadilan Vatikan, mengatakan norma-norma itu memberi pejabat kehakiman kekuatan untuk menangguhkan kontrak yang mencurigakan. (mdk/bal)

Baca juga:
Paus Fransiskus: Menyembuhkan Orang Karena Covid-19 Lebih Penting dari Ekonomi
Covid-19, Paus Fransiskus Serukan Umat Semua Agama Berpuasa Sehari di Bulan Ramadan
Tak Dihadiri Jemaat, Paus Francis Tetap Pimpin Misa di Vatikan
Paus Fransiskus Tunda Kunjungan ke Indonesia, Diduga Karena Wabah Corona
Paus Fransiskus Pimpin Ibadah Minggu Lewat Video Livestreaming di Tengah Wabah Corona
Vatikan Konfirmasi Paus Fransiskus Hanya Sakit Flu, Bukan Terinfeksi Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5