PBB: 6.700 Anak-anak Tewas Selama Perang Yaman

DUNIA | 31 Januari 2019 18:02 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Urusan Anak-anak, UNICEF kemarin merilis data yang menyebut lebih dari 6.700 anak-anak terbunuh selama pecahnya perang di Yaman sejak 2015.

"Sekitar 358,000 anak-anak Yaman menderita kekurangan gizi akut yang sangat parah," kata UNICEF di Twitter. Dalam cuitannya, UNICEF juga menekankan anak-anak ini memerlukan perawatan sesegera mungkin.

Selama hampir empat tahun, Yaman telah mengalami pertempuran sengit antara pasukan yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dan gerilyawan Huthi yang menguasai beberapa provinsi termasuk ibu kota Sanaa.

Pada 2015, Arab Saudi memimpin koalisi yang terdiri dari Uni Emirat Arab, melancarkan perang melawan Huthi. Dengan dukungan AS, koalisi ini melancarkan serangan udara dahsyat yang bertujuan memukul balik pasukan Huthi.

Sejumlah pihak menilai apa yang terjadi di Yaman sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran. Kelompok Huthi sendiri membantah menerima bantuan dari Iran dan mengatakan revolusi yang mereka galakkan dalam rangka melawan korupsi.

Akibat perang yang berlangsung sejak 2015, PBB juga menunjukkan data tiga perempat penduduk Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan dan menyebut negara ini berisiko kelaparan. (mdk/pan)

Baca juga:
Aksi Bocah Yaman Pungut Serpihan Misil Bekas Serangan Udara Koalisi Saudi
Sederet Tragedi Kemanusiaan Terbesar di Dunia Sepanjang 2018
Setitik Harapan di Tengah Kecamuk Perang Yaman
Afrika Tengah & Yaman Jadi Rencana Mer-C Selanjutnya Bangun Rumah Sakit Persahabatan
Amerika Serikat Terus Dukung Koalisi Saudi di Yaman
Huthi Siap Lakukan Gencatan Senjata di Yaman Jika Koalisi Saudi Mau Berdamai

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.