PBB Khawatirkan Dampak Gelombang Kepulangan Pengungsi ke Suriah

DUNIA | 12 Januari 2019 18:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Konflik di Suriah kini memasuki tahun kedelapan dan di sebagian besar wilayah pertempuran telah surut. Para pengungsi Suriah yang sebagian berada di negara tetangga seperti Libanon kini sudah bisa kembali ke kampung halamannya.

Namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, kondisi saat ini tidak tepat untuk kembalinya pengungsi besar dari Libanon ke rumah-rumah yang mereka tinggalkan di Suriah, meskipun pertempuran di negara yang dilanda perang itu sebagian besar telah surut.

Konflik Suriah mengakibatkan 5,6 juta penduduk mengungsi ke luar negeri dan 6,2 juta lainnya mengungsi di dalam negeri, seperti dikutip VOA Indonesia, Sabtu (12/1).

Negara tetangga Suriah, Libanon, menampung jumlah pengungsi per kapita tertinggi, dengan sekitar 1 pengungsi untuk setiap empat penduduk.

Kehadiran sekitar 1,3 juta pengungsi Suriah akan menjadi beban besar kepada Suriah yang menderita ketidakstabilan politik, situasi ekonomi yang suram, dan tingkat pengangguran yang sangat tinggi.

Koordinator PBB untuk Libanon, Philippe Lazzarini, mengatakan kondisi untuk populasi penduduk asli dan pengungsi tetap sangat berbahaya.

Lazzarini mengatakan ketegangan antara masyarakat di dalam negeri dan pengungsi tinggi, terutama karena persaingan untuk pekerjaan dengan keterampilan rendah. Dia mengatakan kembalinya para pengungsi ke Suriah adalah salah satu perhatian utama rakyat Libanon.

Koordinator PBB itu juga mengatakan para pengungsi tidak perlu terburu-buru untuk pulang. Tahun lalu, dia mengatakan antara 16.000 dan 17.000 orang kembali ke Suriah.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Penarikan Dimulai, Sejumlah Tank Berat AS Tinggalkan Pangkalan di Suriah
Mike Pompeo Tegaskan AS Akan Tumpas Seluruh Dukungan Iran di Suriah
Potensi Peta Konflik Baru Selepas Penarikan Mundur Pasukan AS di Suriah
Cerita Tentang Telepon Trump yang Mengubah Peta Perang di Suriah
Lembaga PBB Ungkap Serangkaian Kebohongan White Helmets di Suriah
Trump Sebut Saudi Akan Biayai Rekonstruksi Suriah Pasca Perang

(mdk/pan)