PBB minta militer hentikan serangan udara di Suriah demi kemanusiaan

PBB minta militer hentikan serangan udara di Suriah demi kemanusiaan
Seorang pria terlihat sedang berlari setelah serangan udara di Kota Douma. ©2018 Merdeka.com
DUNIA | 7 Februari 2018 12:07 Reporter : Farah Fuadona

Merdeka.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta kepada sejumlah pihak untuk melakukan gencatan senjata demi masalah kemanusiaan di Suriah, dalam sebulan terakhir serangan udara telah membunuh sejumlah orang dari kubu pemberontak di dekat Damaskus.

Secara terpisah, pakar kejahatan perang PBB mengatakan bahwa mereka menyelidiki beberapa laporan tentang bom yang diduga mengandung gas klorin yang digunakan untuk melawan warga sipil di kota-kota Saraqeb yang dikuasai pemberontak di provinsi barat laut Idlib dan Douma di pinggiran timur Ghouta di Damaskus.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pemboman di timur Ghouta Timur menewaskan 63 orang. Sedangkan seorang pejabat setempat, Khalil Aybour, menyebut ada 53 orang tewas.

Serangan yang sama juga terjadi pada hari Senin lalu, serangan udara menewaskan 30 orang di Ghouta Timur, kata Observatorium.

"Hari ini tidak ada daerah aman sama sekali. Ini adalah titik kunci yang harus diketahui orang: tidak ada tempat yang aman, " kata Kepala Dinas Penyelamatan Pertahanan Sipil, Siraj Mahmoud seperti dilansir dari laman Reuters, Selasa, (6/2).

"Saat ini, ada banyak orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan. Jet tempur lebih banyak menyerang di lingkungan perumahan."

Penembakan pemberontak yang dilakukan pemerintah Damaskus menewaskan tiga orang, kata media pemerintah.

Serangan udara juga menewaskan sedikitnya enam orang di Idlib, dan menahan lima orang di desa Tarmala, kata media tersebut.

Pejabat PBB di Suriah mengatakan akan tetap mengirimkan bantuan dan mengevakuasi orang sakit dan terluka, serta mencantumkan tujuh area yang menjadi perhatian termasuk wilayah Afrin yang kini dikuasai pihak pemberontak Kurdi di utara, yang menjadi sasaran serangan tentara Turki.

"Sudah dua bulan terakhir belum ada truk bantuan yang datang. Ini benar-benar keterlaluan, " kata Asisten Sekjen dan Koordinator Kemanusiaan untuk Krisis Suriah, Panos Moumtzis.

Presiden Suriah Bashar Al Assad, meminta bantuan kekuatan militer Iran dan pasukan jet tempur Rusia, untuk melawan pemberontakan militan di Suriah barat.

Warga sipil yang bermukim di Idlib telah diminta untuk meninggalkan rumah mereka untuk menghindari pertempuran, tercatat dua desa yang mendukung pemerintah Bashar Al Assad di Idlib telah dikepung oleh pemberontak.

Sekitar dua juta orang sekarang tinggal di Idlib, satu juta di antaranya telah mengungsi. Sejak serangan tentara Suriah yang paling baru dimulai pada pertengahan Desember, 300.000 orang telah mengungsi. "Kami kehabisan solusi untuk menempatkan orang-orang ini." kata Moumtzis.

Perang Suriah yang berlarut-larut, dimulai dari demonstrasi jalanan melawan pemerintah Assad pada tahun 2011, akan segera memasuki tahun ke delapan, setelah membunuh ratusan ribu orang dan memaksa jutaan orang untuk meninggalkan negara mereka sebagai pengungsi. (mdk/frh)

Baca juga:
Rusia bombardir wilayah Idlib Suriah setelah jet Sukhoi ditembak jatuh & pilot tewas
Pesawat jet milik Rusia jatuh di Suriah, pilot tewas diserang kelompok ekstrimis
Hancur lebur kuil kuno Suriah akibat serangan udara militer Turki
Selangkah lagi Turki perang dengan AS di Suriah
Turki bakal perluas operasi militer di Suriah hingga perbatasan Irak
Turki klaim 14 tentara tewas dan 130 terluka dalam serangan ke Suriah
Serangan Israel dan Turki makin memperpanjang konflik Suriah

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami