Pejabat Iran Tuding Pesawat Militer AS Mengangkut Narkotika dari Afghanistan

Pejabat Iran Tuding Pesawat Militer AS Mengangkut Narkotika dari Afghanistan
DUNIA | 25 Agustus 2020 14:04 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Seorang pejabat tinggi Iran mengatakan produksi narkotika telah mengalami peningkatan 50 kali lipat selama rentang 17 tahun terakhir di Afghanistan. Dia menyebut pesawat militer Amerika serta milik aliansi militer pimpinan AS dan NATO terlibat dalam pengangkutan obat-obatan terlarang di negara yang dilanda perang itu.

Eskandar Momeni, direktur jenderal Markas Besar Pengawasan Narkoba Iran, membuat pengumuman tersebut selama konferensi video yang dihadiri oleh para deputi, sekretaris jenderal dan sekretaris dewan koordinasi anti-narkoba provinsi di ibu kota, Teheran, pada hari Senin (24/8).

"Pada tahun 2000, total produksi narkotika di Afghanistan mencapai sekitar 200 ton, yang meningkat menjadi lebih dari 9.000 ton pada tahun 2017, meningkat sekitar 50 kali lipat," kata Momeni seperti dikutip kantor berita ISNA yang dilansir Press TV, Selasa (25/8).

"Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya, pesawat yang dioperasikan oleh NATO dan Amerika Serikat mengangkut obat-obatan terlarang ini ke negara tetangga kami," tambah Momeni.

Dia mengatakan langkah-langkah yang diperlukan telah diambil untuk memerangi penyelundupan narkoba selama empat dekade terakhir.

"Sementara upaya di bidang melawan, pengobatan dan pengurangan dampak buruk sedang dilakukan dengan giat, prioritas pertama dari Markas Pengawasan Narkoba Iran adalah di bidang pencegahan wabah dan kecanduan," tegas Momeni.

Bulan lalu, Kantor Berita TASS Rusia juga mengutip pernyataan utusan presiden Rusia untuk Afghanistan yang mengatakan bahwa intelijen AS telah terlibat dalam "perdagangan narkoba" di negara yang dilanda perang tersebut.

"Petugas intelijen AS terlibat dalam perdagangan narkoba. Pesawat mereka dari Kandahar, dari Bagram [lapangan terbang dekat Kabul] terbang kemanapun mereka mau - ke Jerman, ke Rumania - tanpa inspeksi apapun," kata Zamir Kabulov.

Kabulov menekankan bahwa keterlibatan AS dalam perdagangan narkoba ke Eropa melalui pesawat yang belum dipetakan adalah rahasia umum di Afghanistan, dengan mengatakan, "Setiap warga Kabul akan memberi tahu Anda bahwa, semua orang siap membicarakannya."

Baca Selanjutnya: Eskandar Momeni©Press TV/Ghanbar Naderi PBB mengatakan...

Halaman

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami