Pejabat Saudi Ancam Bunuh Penyelidik PBB karena Selidiki Pembunuhan Jamal Khashoggi

Pejabat Saudi Ancam Bunuh Penyelidik PBB karena Selidiki Pembunuhan Jamal Khashoggi
Jurnalis Peringati Setahun Pembunuhan Jamal Khashoggi. ©2019 REUTERS/Sarah Silbiger
DUNIA | 24 Maret 2021 13:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Seorang pejabat senior Arab Saudi mengeluarkan ancaman pembunuhan kepada penyelidik PBB, Agnes Callamard karena menyelidiki pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Hal ini pertama kali dilaporkan The Guardian pada Selasa.

Dalam wawancaranya dengan koran Inggris itu, penyelidik khusus PBB itu menyampaikan seorang rekannya di PBB memperingatkannya pada Januari 2020 bahwa seorang pejabat Saudi yang tak disebutkan namanya dua kali mengeluarkan ancaman dalam sebuah pertemuan dengan pejabat senior PBB lainnya di Jenewa, meminta agar Callamard “ditangani”.

Callamard mengatakan, komentar tersebut dipahami sebagai sebuah “ancaman kematian” oleh rekannya.

Callamard mengatakan ancaman terhadap dirinya itu dilontarkan dalam pertemuan “tingkat tinggi” antara diplomat Saudi yang ada di Jenewa, pejabat Saudi yang sedang berkunjung, dan pejabat PBB di Swiss.

Dia diceritakan rekannya, pejabat Saudi tersebut mengkritik tugasnya dalam penyelidikan pembunuhan Khashoggi, meluapkan kemarahan terkait penyelidikan dan hasilnya. Pejabat Saudi itu juga menuduh Callamard menerima uang dari Qatar, tuduhan yang kerap dilontarkan kepada siapa saja yang mengkritik pemerintah Saudi.

Callamard mengatakan, salah seorang pejabat senior Saudi yang berkunjung ke Jenewa itu kemudian dididuga mengatakan dia menerima telepon dari orang-orang yang siap untuk "menanganinya”.

Ketika pejabat PBB mengutarakan kekhawatirannya, pejabat Saudi lainnya yang hadir dalam pertemuan itu berusaha meyakinkan mereka komentar tersebut jangan dianggap serius. Para pejabat Saudi itu kemudian meninggalkan ruang pertemuan tapi pejabat Saudi yang berkunjung itu tetap di sana, dan mengulang ancamannya ke pejabat PBB yang masih berada dalam ruangan tersebut.

Pejabat Saudi itu mengatakan dia mengenal orang-orang yang menawarkan untuk "menangani masalah ini jika Anda tidak melakukannya".

“Itu dilaporkan kepada saya pada saat itu dan itu salah satu kejadian di mana PBB sebenarnya sangat serius dengan masalah itu. Orang-orang yang hadir, dan juga kemudian, menjelaskan kepada delegasi Saudi bahwa ini benar-benar tidak pantas dan ada harapan bahwa ini tidak boleh berlanjut,” jelas Callamard kepada The Guardian, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (24/3).

Pemerintah Saudi tidak menanggapi berita tersebut

“Anda tahu, ancaman itu tidak berhasil pada saya. Yah, bukan maksud saya meminta lebih banyak ancaman. Tetapi saya harus melakukan apa yang harus saya lakukan. Itu tidak menghentikan saya untuk bertindak dengan cara yang menurut saya adalah hal yang benar untuk dilakukan,” lanjutnya.

Pada Selasa, Al Jazeera menghubungi Callamard untuk dimintai komentarnya, tapi belum ditanggapi.

Baca Selanjutnya: Callamard seorang warga negara Prancis...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami