Pelaksanaan Haji 2020, Arab Saudi Minta Umat Islam Tunggu Status Pandemi Corona

Pelaksanaan Haji 2020, Arab Saudi Minta Umat Islam Tunggu Status Pandemi Corona
DUNIA | 1 April 2020 11:52 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Kerajaan Arab Saudi meminta umat Islam di seluruh dunia untuk menunggu kepastian status pandemi virus corona. Hal ini terkait pelaksanaan ibadah haji 2020 yang akan berlangsung sekitar bulan Juli mendatang. Semua pihak diminta menunggu, termasuk para kontraktor yang melayani jemaah haji.

"Arab Saudi sepenuhnya siap untuk melayani jemaah haji dan umrah," kata Menteri Haji dan Umrah Mohammed Saleh Benten kepada televisi Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah.

"Tetapi di bawah keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang pandemi global, kerajaan fokus untuk melindungi kesehatan umat Muslim dan warga negara. Dan oleh karena itu kami telah meminta saudara lelaki kami Muslim di semua negara untuk menunggu sebelum melakukan kontrak haji hingga situasinya jelas," imbuhnya seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (1/4).

Sejak awal Maret, Arab Saudi telah menghentikan ibadah umrah hingga batas waktu yang belum ditentukan demi mencegah penyebaran virus corona. Penutupan ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan sejumlah pihak mengkhawatirkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Setiap tahun ada sekitar 2,5 juta jemaah haji dari seluruh dunia yang akan memenuhi kota Makkah dan Madinah selama musim haji.

Selain menutup umrah, Arab Saudi juga telah menghentikan semua penerbangan penumpang internasional tanpa batas waktu dan pekan lalu memblokir masuk dan keluar ke beberapa kota, termasuk Makkah dan Madinah.

1 dari 1 halaman

Musim haji menjadi salah satu pemasukan besar bagi Arab Saudi dan tulang punggung rencana untuk memperluas jumlah pengunjung di bawah agenda reformasi ekonomi ambisius Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Membatalkan pelaksanaan ibadah haji akan menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di zaman modern. Tetapi membatasi kehadiran dari daerah berisiko tinggi pernah dilakukan, termasuk dalam beberapa tahun terakhir selama wabah Ebola.

Sampai saat ini, Saudi telah melaporkan lebih dari 1.500 kasus virus korona yang dikonfirmasi dan 10 kematian. Secara global, lebih dari 825.000 orang telah terinfeksi dengan lebih dari 40.000 kematian tercatat.

Wabah penyakit menjadi perhatian serius Arab Saudi selama musim haji. Wabah paling awal yang tercatat dalam sejarah, terjadi pada tahun 632 ketika para jemaah terkena malaria. Wabah kolera pada tahun 1821 menewaskan sekitar 20.000 jemaah. Wabah kolera lain pada tahun 1865 menewaskan 15.000 jemaah dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. (mdk/bal)

Baca juga:
Raja Salman Minta Pengobatan Virus Corona Tak Pandang Bulu
Melalui Telepon, Putra Mahkota Arab Saudi Sampaikan Duka Cita Pada Jokowi
Kemenag Minta PPIU Segera Laporkan Jemaah Umrah Tertahan di Saudi
Raja Salman Lockdown Riyadh, Makkah dan Madinah Cegah Penyebaran Corona
Batasi Wabah Corona di Saudi, Raja Salman Berlakukan Jam Malam Selama 21 Hari
Saudi Larang Jemaah Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk Mencegah Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami