Pelaku Aksi Terorisme Selandia Baru Berencana Bakar Masjid Setelah Penembakan

Pelaku Aksi Terorisme Selandia Baru Berencana Bakar Masjid Setelah Penembakan
Brenton Tarrant. ©Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via REUTERS
DUNIA | 25 Agustus 2020 19:04 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru pada 2019 yang menewaskan 51 orang, Brenton Tarrant, telah merencanakan membakar masjid tersebut setelah membunuh para korban. Demikian diungkapkan hakim dalam sidang putusan.

Tarrant, yang mengaku sebagai supremasi kulit putih, mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan terorisme. Sidang putusan dimulai pada Senin dan akan memakan waktu empat hari. Tarrant menolak didampingi kuasa hukum dan mewakili dirinya sendiri di pengadilan.

Menurut dakwaan, yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Barnaby Hawes, teroris tersebut telah merencanakan serangan dengan hati-hati dengan tujuan menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin. Demikian dikutip dari Sputnik News, Selasa (25/8).

Sebelum serangan itu, Tarrant mengumpulkan banyak informasi terkait interior masjid, lokasi, waktu salat, dan tanggal-tanggal penting dalam kalender Muslim untuk memastikan kapan masjid ramai dikunjungi, jelas Hawes dalam video yang dibagikan oleh Selandia Baru Herald.

Baca Selanjutnya: Selain sejumlah besar senjata api...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami