Pembuat Vaksin Peringatkan Pandemi Berikutnya Bisa Lebih Mematikan daripada Covid-19

Pembuat Vaksin Peringatkan Pandemi Berikutnya Bisa Lebih Mematikan daripada Covid-19
Ilustrasi virus corona. ©Reuters
DUNIA | 7 Desember 2021 16:17 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pandemi yang akan datang bisa jauh lebih mematikan daripada Covid-19, karenanya pelajaran yang didapatkan dari pandemi ini tidak boleh disia-siakan. Selain itu, dunia juga harus memastikan telah siap untuk menghadapi serangan virus selanjutnya. Demikian disampaikan salah satu pembuat vaksin Oxford-AstraZeneca.

Virus corona telah membunuh 5,26 juta orang di seluruh dunia, menurut data Universitas John Hopkins. Di samping itu, pandemi telah merugikan perekonomian dunia mencapai triliunan dolar dan mengubah kehidupan miliaran orang.

"Yang benar adalah, selanjutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, atau lebih mematikan, atau keduanya," kata Sarah Gilbert dalam Richard Dimbleby Lecture, seperti dilaporkan BBC.

"Ini tidak akan menjadi yang terakhir kalinya virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita," jelasnya, dikutip dari Reuters, Selasa (7/12).

Gilbert, seorang profesor vaksinologi di Universitas Oxford mengatakan, dunia harus memastikan memiliki persiapan yang lebih baik untuk menghadapi virus berikutnya.

"Kemajuan yang telah kita buat, dan pengetahuan yang kita capai, jangan sampai hilang."

Upaya untuk mengakhiri pandemi Covid tidak rata dan terfragmentasi, ditandai oleh terbatasnya akses vaksin di negara-negara berpendapatan rendah, sementara negara kaya dan super kaya mendapatkan suntikan vaksin penguat (booster), menurut para pakar kesehatan.

Sebuah panel pakar kesehatan yang dibentuk WHO yang mengkaji penanganan pandemi Covid menyerukan pendanaan permanen dan peningkatan kemampuan untuk menyelidiki pandemi melalui sebuah perjanjian baru.

Salah satu usulan adalah pendanaan baru sedikitnya USD 10 miliar setahun untuk persiapan menghadapi pandemi.

Gilbert menyampaikan, protein mahkota virus corona varian Omicron berisi mutasi yang diketahui dapat meningkatkan penularan virus.

"Ada perubahan tambahan yang mungkin berarti antibodi yang diinduksi oleh vaksin, atau oleh infeksi varian lain, mungkin kurang efektif dalam mencegah infeksi Omicron," kata Gilbert.

"Sampai kita tahu lebih banyak, kita harus berhati-hati, dan mengambil langkah untuk memperlambat penyebaran varian baru ini."

Baca juga:
Omicron Lebih Mudah Menular tapi Mungkin Tak Menimbulkan Sakit Lebih Parah
Ilmuwan: Varian Omicron Kemungkinan Muncul dari Pasien HIV
Dua Bayi di Brasil Masuk Rumah Sakit Setelah Disuntik Vaksin Covid-19
Omicron Sudah Menyebar ke Sepertiga Negara Bagian AS
Thailand Catat Kasus Varian Omicron Pertama
Dua Kuda Nil di Belgia Dinyatakan Positif Covid-19

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami