Pembunuh dan Pemerkosa Telan Pil Racun Usai Divonis Bersalah di Pengadilan Prancis

DUNIA | 9 Desember 2019 19:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Willy Bardon, 45 tahun, penculik dan pemerkosa seorang perempuan di Prancis mencoba meracuni dirinya sendiri dengan menelan pil beracun di pengadilan beberapa saat setelah dinyatakan bersalah Jumat lalu.

Bardon diadili atas kematian Elodie Kulik tahun 2002 setelah dia menculik dan memperkosa lalu membunuh perempuan itu.

Laman the Independent melaporkan, Senin (9/12), hakim menjatuhkan vonis hukuman 30 tahun penjara atas perbuatannya.

Menurut jaksa Amiens Alexandre de Bosschere, hasil analisis menunjukkan Bardon telah menelan pestisida beberapa detik setelah putusan diumumkan, seperti dilaporkan dari NDTV.

Mr de Bosschere mengatakan: "Kondisi Willy Bardon distabilkan oleh para dokter pada malam hari."

"Kami tidak tahu bagaimana dia berhasil menyembunyikan pil itu."

Wartawan Prancis pada saat di ruang sidang melihat Bardon menelan pil tidak dikenal dalam suatu kotak.

Ayah korban, Jacky Kulik, menangis dan memeluk keluarganya yang berada di pengadilan saat putusan diumumkan.

Dia berkata: "Sekarang keadilan untuk Elodie telah dilakukan. Besok saya akan pergi ke kuburan Elodie dan juga ke kuburan Rose-Marie istri saya."

Istri Mr Kulik meninggal setelah upaya bunuh diri yang dilakukannya karena kehilangan dua anaknya dalam kecelakaan mobil.

1 dari 1 halaman

Rekaman Telepon jadi Bukti

Bardon terus berkeras dia tidak bersalah, dia mengatakan kepada pengadilan: " Saya tidak ada di sana. Saya bersumpah, saya tidak bersalah."

Salah satu pengacaranya, Stephane Daquo mengatakan kepada radio Europe-1, kliennya ingin bunuh diri karena putus asa.

Terdakwa ditempatkan di bawah penjagaan polisi di rumah sakit dan penyelidikan tetap dibuka untuk mencari tahu bagaimana Bardon bisa mendapatkan pil tersebut.

Elodie Kilik diculik, diperkosa, dicekik, dan mayatnya dibakar tahun 2002 di Tertry.

Pekerja bank berusia 24 tahun itu berhasil menelpon layanan darurat beberapa saat sebelum dia meninggal dan rekaman mengerikan itu merupakan bukti dalam persidangan ketika saksi mengatakan mereka mengenali suara Bardon di kaset itu.

Polisi juga menggunakan teknik pencarian DNA pada 2011 yang mengarahkan mereka untuk menyimpulkan bahwa GrÃgory Wiart yang meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 2003 adalah salah satu pembunuhnya.

Reporter Magang: Denny Adhietya (mdk/pan)

Baca juga:
Ratusan Makam Yahudi di Prancis Dicoreti Simbol Nazi
Video Empat Kepala Negara Bergosip Soal Trump di Acara KTT NATO
Prancis Punya Museum Kuliner Baru, Pengunjung Bebas Cicip-Cicip
Saat Petani Prancis Protes Bawa Ratusan Traktor hingga Lumpuhkan Jalan Berlin
Peringati Hari Anak Sedunia, Monumen Pantheon Diterangi Cahaya Biru
Jembatan Gantung Runtuh di Prancis, 1 Orang Tewas

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.