Pembunuh John Lennon 11 Kali Ditolak Pembebasan Bersyarat: Saya Pantas Dihukum Mati

Pembunuh John Lennon 11 Kali Ditolak Pembebasan Bersyarat: Saya Pantas Dihukum Mati
DUNIA | 23 September 2020 16:04 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Pembunuh John Lennon mengatakan dia pantas mendapatkan hukuman mati. Mark David Chapman membuat komentar tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan dari dewan pembebasan bersyarat, yang menolak pembebasan bersyaratnya untuk ke-11 kalinya.

Pria yang membunuh John Lennon pada tahun 1980 itu mengatakan dia pantas mendapatkan hukuman mati untuk tindakan tercela.

Seperti dalam dengar pendapat dewan pembebasan bersyarat sebelumnya, narapidana yang sekarang berusia 65 tahun itu menyatakan penyesalannya karena telah menembak hingga mati mantan anggota The Beatles di luar gedung apartemen di Manhattan.

"Saya membunuhnya, karena dia sangat, sangat, sangat terkenal dan itulah satu-satunya alasan dan saya sangat, sangat, sangat, sangat mencari ketenaran diri. Sangat egois," kata Chapman, menurut transkrip yang dirilis oleh negara bagian Senin (21/9)lalu setelah permintaan catatan terbuka. Demikian seperti dilansir laman Channel News Asia.

Mengingat kejadian 40 tahun lalu itu, Chapman menyebut tindakannya "menyeramkan" dan "tercela". Dia bilang dia selalu memikirkan rasa sakit yang dia timbulkan pada istri Lennon, Yoko Ono.

"Aku hanya ingin dia tahu bahwa dia mengenal suaminya tidak seperti orang lain dan tahu pria seperti apa dia. Aku tidak," katanya.

Chapman menembak dan membunuh Lennon pada malam 8 Desember 1980, saat dia dan Ono kembali ke apartemen mereka di Upper West Side, New York. Lennon telah menandatangani untuk Chapman pada salinan albumnya yang baru dirilis, Double Fantasy, sebelumnya hari itu.

"Dia benar-benar baik padaku hari itu," kata Chapman.

Baca Selanjutnya: Chapman menjalani hukuman 20 tahun...

Halaman

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami