Pemerintah China Janji Selesaikan Kasus Pelarungan dan Dugaan Perbudakan ABK WNI

Pemerintah China Janji Selesaikan Kasus Pelarungan dan Dugaan Perbudakan ABK WNI
DUNIA | 17 Mei 2020 18:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah China berjanji menyelesaikan masalah pelarungan hingga dugaan perbudakan yang dialami ABK Warga Negara Indonesia. Pemerintah China mengaku mementingkan masalah yang melibatkan beberapa ABK WNI yang meninggal saat bekerja di kapal perikanan Tiongkok, seperti Long Xing 629 dan kasus yang baru muncul ke permukaan, Luqing Yuan Yu 623, di mana insiden dugaan pelarungan terjadi di kedua kapal.

"China sangat mementingkan masalah yang melibatkan ABK WNI di kapal perikanan Tiongkok sejak masalah itu terjadi, dan selama ini menjaga komunikasi erat dengan pihak Indonesia via jalur diplomatik," ujar Juru Bicara Kedutaan Besar China demikian disampaikan lewat website Chineseembassy.org pada 16 Mei 2020. Seperti dikutip dari Liputan6.com, Minggu (17/5).

"Ini adalah insiden yang menyedihkan. Pihak yang berwajib Tiongkok sedang melakukan penyelidikan yang komprehensif."

Belum selesai kasus pelarungan ABK WNI dan dugaan perbudakan di kapal China Long Xing 629, kembali beredar video berisi pelarungan jenazah ABK dari kapal penangkap ikan dan kondisi mereka di atas kapal berbendera China lainnya.

Video yang menunjukkan peristiwa tersebut diunggah oleh sebuah akun di laman Facebook Suwarno Cano Swe.

"Detik-detik pelarungan ABK Indonesia yang dibuang di laut Somalia oleh kapal Luqing Yuan yu 623," tulis akun Facebook Suwarno Cano Swe yang diunggah pada Kamis, 14 Mei 2020.

Dalam video, terdengar beberapa orang berbicara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Belum diketahui secara jelas identitas jenazah yang dilarung maupun rekan-rekan kerja dari tubuh yang dibuang ke laut tersebut.

Kementerian Luar Negeri RI telah mengetahui adanya video yang beredar di sosial media tersebut. Namun, para pejabat masih melakukan verifikasi dan validasi informasi.

"Kemlu RI telah menghubungi akun sosmed yang pertama kali mengunggah video tersebut. Belum ada informasi lebih detail yang didapatkan," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Joedha Nugraha dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu (17/5).

KBRI Beijing China dan KBRI Nairobi juga tengah mencari informasi mengenai kejadian ini kepada otoritas setempat.

Reporter: Teddy Tri Setio Berty
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Luhut Akui UU Ketenagakerjaan Tak Sentuh Perlindungan ABK Indonesia
Tiga Pemilik Agen Pemberangkatan ABK di Kapal Berbendera China Ditetapkan Tersangka
Indonesia Laporkan Dugaan Eksploitasi ABK asal Indonesia ke Dewan HAM PBB
Minimnya Kompetensi Bikin ABK Indonesia Jadi Budak di Kapal Asing
Polisi Periksa Direktur Perusahaan Penyalur ABK WNI di Kapal China Dibuang ke Laut
ABK Jadi Korban Tumpang Tindih Aturan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami