Pemerintah Malaysia akan Sita Tanah Petani yang Masih Membakar Lahan

DUNIA | 17 September 2019 13:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Negara Bagian Selangor Malaysia akan menyita tanah petani jika aksi pembakaran hutan masih terus dilakukan.

Menteri Besar Amirudin Shari mengatakan tindakan keras seperti ini dilakukan untuk memperingatkan para petani, terutama di daerah Johan Setia karena mereka masih melakukan pembakaran lahan terbuka walaupun pemerintah telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan praktik tersebut.

"Pembakaran terbuka untuk melakukan kegiatan pertanian, sampai batas tertentu, memperburuk situasi kabut asap yang melanda negara ini sekarang," kata Amirudin kepada wartawan setelah menghadiri Kompetisi Debat dan Elokasi Yayasan Selangor XI pada Senin, seperti dilansir laman Malay Mail, Selasa (17/9).

Amirudin mengatakan, pihak pemerintah akan memastikan penyitaan tanah akan dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ditetapkan karena penyitaan tidak mudah dilakukan mengingat petak-petak tanah itu beberapa disewakan atau dirambah untuk menanam sayuran.

Para petani yang bersalah sejauh ini belum ditangkap karena mereka melakukan pembakaran hutan terbuka pada malam hari atau dini hari.

"Ketika kami pergi ke lokasi seperti itu, pemilik tanah tidak ada di sana dan kami tidak tahu keberadaan mereka. Tetapi kami harus memadamkan api sebelum mencari mereka yang melakukan pembakaran terbuka," tambahnya.

Menurut situs Departemen Lingkungan, pada jam 14.00 siang ini waktu setempat Indeks Pencemar Udara (API) di Johan Setia masing-masing adalah (204), Klang (150), dan Banting (155).

API menggambarkan 0-50 (baik), 51-100 (sedang), 101-200 (tidak sehat), 201-300 (sangat tidak sehat), dan 301 ke atas (berbahaya).

Reporter Magang: Ellen RiVeren

Baca juga:
Ini Bukti Kebakaran Hutan di Indonesia Sudah Gawat Darurat
Profesor Malaysia: Setiap Tahun Kabut Asap Datang Menyerang
Darurat Kabut Asap!
Dampak Kabut Asap di Malaysia Meluas, Selangor Paling Parah
Malaysia 'Dikirimi' Kabut Asap dari Indonesia, Mahathir Akan Surati Jokowi
Kembalikan Asap ke Indonesia, Pemuda Malaysia Usul Gerakan Kipas Angin

(mdk/pan)