Pemerintahan Vakum, Kandidat Kuat PM Lebanon Saad Hariri Menolak Dicalonkan

Pemerintahan Vakum, Kandidat Kuat PM Lebanon Saad Hariri Menolak Dicalonkan
Saad Hariri. ©Reuters
DUNIA | 26 Agustus 2020 14:04 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Kandidat utama untuk membentuk pemerintahan baru di Lebanon Saad Hariri menarik namanya dan mundur dari pencalonan Selasa, di tengah meningkatnya seruan oleh pengunjuk rasa untuk pemerintahan independen yang bebas dari partai politik tradisional.

Hariri yang juga mantan perdana menteri meminta semua anggota parlemen untuk menarik namanya dari setiap konsultasi politik potensial dengan presiden yang bertujuan untuk menunjuk perdana menteri baru.

"Saya telah berkomitmen untuk tidak mengambil posisi politik sebelumnya Setelah menyelesaikan kontak dengan negara-negara sahabat, komunitas internasional dan kekuatan politik Lebanon," kata Hariri dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (26/8).

Pemerintahan Lebanon vakum sejak 10 Agustus ketika Perdana Menteri Hassan Diab mengumumkan pengunduran dirinya sebagai akibat dari ledakan gudang amonium Nitrat di pelabuhan Beirut telah menyebabkan hampir 200 orang tewas dan ribuan lainnya terluka.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Beirut pada hari-hari setelah ledakan mematikan itu dan menyerukan pemerintah persatuan nasional yang disepakati oleh semua pihak politik.

Namun, pengunjuk rasa mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap seluruh elite penguasa dan menyerukan pemerintah independen dari partai politik tradisional, bersekutu dengan berbagai poros regional dan internasional.

Hariri mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Oktober 2019 setelah protes anti-pemerintah nasional meletus di Lebanon, menuntut diakhirinya korupsi dan frustrasi dengan ekonomi yang runtuh dan standar hidup yang mengerikan.

2 dari 2 halaman

Beberapa pekan setelah ledakan 4 Agustus, masyarakat internasional bergegas mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Lebanon, seringkali menekankan kesediaan untuk berurusan langsung dengan penduduk dan bukan dengan pemerintah.

"Saya menganggap bahwa kepentingan internasional yang diperbarui di negara kita merupakan peluang yang bisa menjadi yang terakhir untuk mencapai serangkaian reformasi yang diminta Lebanon," kata Hariri Selasa.

Hariri berterima kasih kepada mereka yang mengajukan namanya sebagai kandidat untuk memimpin pemerintahan baru, sementara dia mengkritik "kekuatan politik tertentu" karena masih dalam keadaan "beberapa penyangkalan terhadap realitas Lebanon."

"Saya menyatakan bahwa saya bukan kandidat untuk memimpin pemerintahan baru dan saya meminta semua orang untuk menarik nama saya dari musyawarah dalam hal ini," kata Hariri.

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami