Pemilu di Nigeria Ditunda Lima Jam Jelang Pencoblosan

DUNIA | 16 Februari 2019 13:58 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Pemilihan presiden dan parlemen Nigeria resmi ditunda selama sepekan. Komisi Pemilihan Umum Independen (INEC) membuat pengumuman ini hanya lima jam sebelum bilik voting dibuka pada Sabtu (16/2). Demikian seperti dilansir BBC (16/2/2019).

"Melanjutkan pemilihan sebagaimana dijadwalkan tidak lagi layak," kata ketua komisi Mahmood Yakubu, mengutip masalah logistik.

Pemungutan suara telah dijadwal ulang untuk Sabtu 23 Februari. Pengumuman itu muncul setelah pertemuan darurat di markas INEC di ibu kota, Abuja.

Yakubu mengatakan, keputusan itu diambil setelah dilakukan tinjauan terhadap "rencana operasional" pemilihan. Dia menambahkan bahwa ada tekad untuk melakukan pemilu yang bebas, adil dan kredibel.

Dia menyebut penundaan itu harus dilakukan agar INEC bisa lebih leluasa untuk menangani masalah-masalah vital dan "Menjaga kualitas pemilu." Meski demikian, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam dua pekan terakhir, beberapa kantor INEC telah dibakar, dengan ribuan pembaca kartu pintar elektronik dan kartu pemilih dihancurkan.

Ada juga klaim kekurangan bahan pemilu di beberapa dari 36 negara di Nigeria.

Negara di Afrika itu didesak untuk meningkatkan keamanan nasionalnya menjelang pemilu yang sudah lebih dulu diwarnai oleh kekerasan.

Pada Jumat 15 Februari 2019, atau sehari sebelum pemilu, para pejabat di barat laut Nigeria melaporkan penemuan 66 jasad manusia, 22 di antaranya anak-anak dan 12 perempuan. Diduga mereka dibunuh oleh kelompok kriminal.

Masa depan Nigeria, negara terpadat di Afrika dan ekonomi terbesar dipertaruhkan dalam pemilu tahun ini.

Siapa pun yang menang harus mengatasi kekurangan listrik, korupsi, masalah keamanan, dan ekonomi yang lesu.

Ada 73 kandidat terdaftar dalam pemilihan presiden, tetapi kampanye telah didominasi oleh petahana Presiden Muhammadu Buhari (76) dan penantang utamanya, mantan Wakil Presiden Atiku Abubakar (72).

Buhari mengatakan dia telah membangun fondasi yang kuat untuk kesejahteraan, tetapi saingannya mengatakan Nigeria tidak berjalan dengan semestinya.

Kedua pria itu berasal dari bagian utara yang mayoritas Muslim di negara itu. Sementara keduanya berusia 70-an, lebih dari setengah dari 84 juta pemilih terdaftar Nigeria berada di bawah 35.

Penundaan pemungutan suara bukan kejadian baru di Nigeria. Pemilihan sebelumnya pada 2011 dan 2015 juga pernah ditunda beberapa hari.

Pada 2015, negara itu memerintahkan penutupan semua perbatasan darat dan lautnya menjelang pemilihan yang diperebutkan ketat di tengah laporan bahwa orang asing berencana untuk menyeberang ke Nigeria untuk memilih.

Pada tahun yang sama, salah satu kandidat meninggal ketika suara dihitung.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
14 Orang Tewas Terinjak-injak dalam Kampanye Pilpres di Nigeria
Helikopter Jatuh, Wapres Nigeria dan Awak Selamat
Tiga WN Nigeria Divonis Bersalah, Impian Berkarir di Persib Bandung Kandas
Presiden Nigeria Bantah Dirinya Dikloning Karena Sudah Mati
Kelompok Boko Haram Culik 50 Penebang di Nigeria
Profesor di Nigeria Dipidana Karena Minta Berhubungan Seks dengan Mahasiswi

(mdk/noe)

TOPIK TERKAIT