Pemimpin Hong Kong Akhirnya Minta Maaf kepada Demonstran

DUNIA | 18 Juni 2019 20:28 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Dalam jumpa pers hari ini pemimpin Hong Kong Carrie Lam menyampaikan permohonan maaf karena mencoba memaksakan undang-undang ekstradisi yang membuat rakyat Hong Kong turun ke jalan.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak krisis ini kian memuncak ketika bentrokan terjadi antara demonstran dengan polisi, Lam mengatakan dia sudah menjalani permenungan tentang kepemimpinannya dan dia menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada warga Hong Kong.

Dilansir dari laman the Independent, Selasa (18/6), Lam mengatakan undang-undang ekstradisi itu tidak akan diteruskan jika tidak mendapat dukungan dari mayoritas warga Hong Kong.

Namun pemimpin yang disokong Beijing itu mengatakan dia menolak jika dipaksa mundur. Padahal tuntutan para pendemo yang turun ke jalan meminta Lam segera lengser. Lam menuturkan dia masih ingin menjalani tiga tahun sisa jabatannya untuk kembali mendapat kepercayaan publik.

Dalam jumpa pers itu Lam juga menolak menemui para pemimpin demo yang meminta dia meminta maaf atas kebrutalan aparat atau menyebut unjuk rasa Rabu lalu sebagai kerusuhan.

Lam kemarin sudah menyatakan menunda undang-undang ekstradisi dan meminta maaf atas terjadinya krisis politik ini hingga menyebabkan jutaan orang turun ke jalan dan bentrok dengan polisi yang bersenjata peluru karet, gas air mata dan meriam air.

Namun di hari ini Lam menyatakan undang-undang itu sepenuhnya dibatalkan jika tidak mendapat dukungan publik.

"Saya tidak akan meneruskan undang-undang ini jika warga merasa takut dan cemas," kata dia.

Baca juga:
Joshua Wong, Aktivis yang Rela Dipenjara Demi Cintanya terhadap Hong Kong
China Janji Tetap Dukung Pemimpin Hong Kong Meski Jutaan Demonstran Paksa Dia Mundur
Permintaan Maaf Pemimpin Hong Kong Ditolak Demonstran
Lelah Berunjuk Rasa, Warga Hong Kong Tidur di Jalanan
Didesak Turun 2 Juta Demonstran, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

(mdk/pan)