Pemimpin Hong Kong Siap Minta Bantuan China jika Demo Makin Parah

DUNIA | 8 Oktober 2019 13:16 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie lam hari ini mengatakan dia tidak akan sungkan menerima bantuan dari China untuk mengatasi demonstrasi ricuh yang sudah berlangsung sejak empat bulan lalu.

Dilansir dari laman AFP, Selasa (8/10), akhir pekan lalu demonstran kembali berunjuk rasa bentrok dengan aparat keamanan. Mereka menentang aturan pelarangan memakai masker atau topeng selama berdemo. Bentrokan kali ini diwarnai kekerasan yang makin mengkhawatirkan. Massa merusak fasilitas umum seperti stasiun kereta, merusak toko-toko, kendaraan, membakar ban dan memblokir jalan.

Lam mengatakan kepada wartawan, aparat keamanan Hong Kong hingga saat ini masih bisa menangani kericuhan yang terjadi. Namun dia tidak menutup kemungkinan meminta bantuan China jika kondisi makin parah.

"Tapi jika situasinya makin parah maka kita tidak menutup kemungkinan (minta bantuan China) kalau kita mau Hong Kong masih punya kesempatan."

©2019 REUTERS/Athit Perawongmetha

Lam menuai kritik setelah dia memutuskan memberlakukan larangan penggunaan masker sejak Jumat lalu.

Sejauh ini sudah ada dua orang ditangkap yaitu mahasiswa dan seorang perempuan 38 tahun karena alasan memakai masker. Dalam pengadilan kemarin para pendukung keduanya hadir di persidangan memakai masker masing-masing.

Keduanya diancam dengan hukuman tiga tahun penjara karena melanggar aturan berkumpul dan memakai masker yang diancam hukuman maksimal satu tahun penjara. Keduanya kemudian dibebaskan dengan uang jaminan.

Lam menuturkan, masih terlalu dini untuk mengevaluasi apakah aturan pelarangan masker itu efektif atau tidak.

"Saya yakin kalian setuju dengan aturan baru ini. Butuh waktu supaya aturan ini bisa diterapkan dengan efektif," kata dia.

Baca juga:
Protes Hong Kong Makin Beringas, Demonstran Tolak Larangan Pakai Masker
Massa Anti-Pemerintah Hong Kong Protes Larangan Masker Saat Demo
Pemerintah Hong Kong akan Umumkan Undang-undang Larangan Pakai Masker Saat Unjuk Rasa
Kesaksian Jurnalis Asal Indonesia Ditembak Polisi Hong Kong Hingga Matanya Buta
Mata Kanan Jurnalis WNI Buta Permanen Usai Ditembak Polisi Hong Kong
Pengakuan Polisi Hong Kong yang Tembak Demonstran dengan Peluru Tajam

(mdk/pan)