Penculikan atas nama Islam

Penculikan atas nama Islam
DUNIA | 14 Mei 2014 08:02 Reporter : Ardini Maharani

Merdeka.com - "Saya menculik para gadis Anda. Demi Allah, saya akan menjual mereka di pasar dan Allah sudah memerintahkan saya,"

Itu penggalan kalimat pemimpin kelompok ekstremis Boko Haram, asal Nigeria,  Abubakar Shekau, dalam sebuah video berdurasi kurang dari sejam. Rekaman ini merujuk pada penculikan lebih dari 200 siswi dari Negara Bagian Borno yang dilakukan oleh kelompok itu sekitar dua bulan lalu.

Lansiran rekaman yang diperoleh kantor berita AFP ini beredar luas pada pekan lalu, seperti dilaporkan situs CBC.com (6/5). Boko Haram mengancam menjual para gadis itu sebagai budak, pelacur, dan belakangan minta ditukar dengan anggota mereka yang ditawan aparat pemerintah Nigeria.

Tak ada yang tahu di mana para siswi itu kini berada. Intelijen pelbagai negara turun tangan termasuk Amerika Serikat. Mereka mengendus kemungkinan murid-murid tak berdosa itu dieksodus ke Kamerun atau Chad. Negara tetangga paling memungkinkan mengingat Afrika Barat tengah bergejolak dan sistem perbatasan mereka masih bisa dijebol lantaran tak ada penjagaan ketat.

Aksi kali ini memang paling besar pernah dilakukan Boko Haram dan berhasil memporak porandakan Nigeria. Tak tanggung-tanggung, mereka juga meledakkan beberapa tempat termasuk Ibu Kota Abuja menewaskan hingga 75 orang. Pengeboman dilakukan di pelbagai tempat dan cenderung ramai seperti pasar dan jalan utama kota. Total korban sudah mendekati angka 500 orang.

Belum jelas nasib para siswi, Boko Haram kembali melansir rekaman memperlihatkan murid-murid sebuah sekolah menengah atas itu tengah duduk dan memakai jilbab berwarna abu-abu gelap. Mereka membaca dua kalimat syahadat sebagai pertanda masuk Islam dan beberapa ayat dari Al-Quran.

Di video itu juga terlihat Shekau tertawa puas dan mengatakan tindakannya ini sebagai seruan dari Nabi Muhammad atas perlakuan orang-orang kafir. Sementara Shekau senang, para gadis korban penculikannya terlihat tertekan, tegang, dan tidak satu pun menyungging senyum. 

Para siswi ini memang sebagian besar memeluk Nasrani dan mereka akan tetap disandera kecuali pemerintah Nigeria membebaskan anggota mereka. Di sisi lain Shekau juga menegaskan Boko Haram menolak keras pendidikan ala barat ada di negara itu dan penculikan ratusan gadis ini lantaran mereka telah dicekoki pelajaran dan budaya barat yang haram dalam Islam.

Islam. Atas nama agama inilah Boko Haram melakukan penculikan dan diyakini juga seruan Nabi Muhammad dalam menghabisi kaum kafir. Namun Mufti Agung Arab Saudi, Sheikh Abdulaziz al-Sheikh membantah keras jika Rasulullah menyerukan perbuatan biadab itu.

"Mereka hanya sekelompok pengacau yang sesat dan telah merusak Islam. Mereka mengambil jalan yang salah dan ini harus ditolak," Abdulaziz menegaskan.

Islam menentang keras penculikan, pembunuhan, dan penjajahan, apalagi menjual manusia. Memang sebagian umat muslim percaya mereka yang menghina Allah dan RasulNya harus dipenggal lehernya. "Namun ini bukan berarti memenggal dalam arti fisik. Melainkan memenggal fikiran buruknya soal Islam. Tentu dengan perbuatan-perbuatan baik dan bukan penculikan seperti ini," ujar Abdulaziz. (mdk/din)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami