Pendukung Oposisi Rusia Alexei Navalny Demo di Berbagai Kota, 3.000 Orang Ditangkap

Pendukung Oposisi Rusia Alexei Navalny Demo di Berbagai Kota, 3.000 Orang Ditangkap
Ribuan pengunjuk rasa antipemerintah Rusia ditangkap. ©REUTERS/Maxim Shemetov
DUNIA | 24 Januari 2021 15:19 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Dari jalanan beku di Timur Jauh Rusia dan Siberia ke alun-alun Moskow dan St Petersburg, puluhan ribu warga berunjuk rasa mendukung penduduk oposisi yang ditangkap, Alexei A Navalny. Navalny ditangkap setibanya dari Jerman pekan lalu, di mana dia menjalani pengobatan setelah diracun pada Agustus 2020.

Unjuk rasa dimulai di wilayah timur Rusia, negara dengan 11 zona waktu, dan bergerak bagai gelombang ke seluruh negeri walaupun dengan kehadiran polisi dalam jumlah besar.

Di pulau Sakhalin, di utara Jepang, ratusan orang berkumpul di depan gedung pemerintah regional dan meneriakkan “Putin seorang pencuri!”

Unjuk rasa meluas ke kota Yakuts di kutub Utara, di mana suhunya minus 60 derajat Fahrenheit atau minus 15 derajat Celsius, dan unjuk rasa di sejumlah kota di Siberia dihadiri ribuan orang.

Beberapa jam kemudian, saat malam tiba di Moskow, orang-orang melempar polisi dengan bola salju dan menyasar mobil milik badan intelijen domestik.

Menjelang larut malam di Moskow, lebih dari 3.000 orang ditangkap di sedikitnya 109 kota, menurut OVD-Info, sebuah kelompok aktivis yang menelusuri penangkapan para demonstran.

Para pendukung Navalny mengklaim berhasil dengan unjuk rasa tersebut dan berjanji akan kembali turun ke jalan pekan depan, walaupun banyak dari direktur regional lembaga yang didirikan Navalny ditangkap.

Pekan ini, Navalny menyerukan pendukungnya turun ke jalan, walaupun pihak berwenang tak memberi izin unjuk rasa. Unjuk rasa kali ini disebut sebagai demonstrasi terbesar yang meluas di seluruh negeri sejak 2017.

“Ada perasaan mengganjal opini publik Rusia telah terkubur, seolah-olah terjebak dalam bola mati yang tersembunyi,” kata Vyacheslav Ivanets, seorang pengacara di kota Irkutsk di Siberia yang ikut serta dalam unjuk rasa.

“Sekarang saya merasa situasinya telah berubah,” lanjutnya, dikutip dari The New York Times, Minggu (24/1).

Baca Selanjutnya: Para pengunjuk rasa mengatakan penangkapan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami