Penelitian di AS: Kekebalan Terhadap Infeksi Covid-19 Dapat Bertahan Lima Bulan

Penelitian di AS: Kekebalan Terhadap Infeksi Covid-19 Dapat Bertahan Lima Bulan
DUNIA | 30 Oktober 2020 07:36 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Kekebalan terhadap infeksi Covid-19 bertahan setidaknya selama lima bulan - dan mungkin lebih lama dari itu, seperti diungkapkan temuan baru para peneliti.

Walaupun laporan tersebut mungkin meragukan dan kontradiktif dengan laporan yang mirip yang dirilis di Inggris pekan ini, tapi sebenarnya tidak demikian. Tubuh manusia memproduksi senyawa pasukan imun untuk merespons sebuah infeksi dan pertama-pertama jumlahnya melimpah, mati dengan cepat, sementara kekebalan yang lain terbentuk lebih lambat.

Laporan baru yang keluar pada Rabu menunjukkan 90 persen orang yang sembuh dari Covid-19 tetap memiliki respons kekebalan yang stabil.

"Sementara beberapa laporan yang telah dirilis mengatakan antibodi virus ini hilang dengan cepat, kami telah menemukan hal sebaliknya - bahwa lebih dari 90 persen orang yang sakit ringan dan sedang memproduksi sebuah respons antibodi cukup kuat untuk menetralisir virus, dan responsnya meningkat selama berbulan-bulan," jelas profesor vaksinologi di Sekolah Kedokteran Icahn Mount Sinai, Florian Krammer, yang juga memimpin penelitian ini.

"Ini sangat penting untuk efektivitas pengembangan vaksin," lanjutnya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Kamis (29/10).

Baca Selanjutnya: Tim meneliti respons antibodi 30000...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami