Penelitian: Ibu Hamil yang Terinfeksi Varian Delta Berisiko Tinggi Alami Sakit Parah

Penelitian: Ibu Hamil yang Terinfeksi Varian Delta Berisiko Tinggi Alami Sakit Parah
Ilustrasi Hamil. ©2013 Merdeka.com
DUNIA | 3 Oktober 2021 14:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dibandingkan dengan kasus virus corona sebelumnya di awal pandemi, infeksi dengan varian Delta dapat berdampak lebih parah pada ibu hamil yang belum divaksinasi, menurut data baru.

Para dokter meneliti 1.515 ibu hamil dengan Covid-19 yang menerima perawatan dari sebuah sistem kesehatan masyarakat yang besar di Dallas sejak Mei 2020 hingga 4 September 2021.

Secara keseluruhan, 82 perempuan - 81 yang belum divaksinasi - mengalami penyakit parah, termasuk 10 membutuhkan ventilator dan dua meninggal dunia.

Dikutip dari Al Arabiya, Minggu (3/10), proporsi dari parahnya atau kasus yang kritis di antara para ibu hamil sekitar 5 persen hinggal awal 2021, dan "sebagian besar tidak ada" pada Februari dan sebagian besar Maret 2021, kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

Pada akhir musim panas, selama puncak lonjakan varian Delta, proporsi pasien hamil Covid-19 yang membutuhkan rawat inap melonjak menjadi 10 persen hingga 15 persen, dilaporkan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology.

Perempuan hamil menghadapi risiko lebih besar komplikasi dengan semua jenis infeksi pernapasan yang parah, sehingga temuan risiko yang lebih tinggi dari varian Delta ini semakin menekankan perlunya mereka mendapatkan vaksin Covid-19, menurut pemimpin penelitian Dr. Emily Adhikari dari University of Texas Southwestern Medical Center dalam sebuah pernyataan.

Pada Rabu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS meminta percepatan vaksinasi Covid-19 para ibu hamil, baru hamil, termasuk mereka yang sedang menyusui, atau yang mungkin hamil di masa depan, dengan menyatakan “manfaat vaksinasi lebih besar daripada risiko yang diketahui atau potensial.”

Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma

Baca juga:
Gadis 15 Tahun di Inggris Meninggal karena Covid pada Hari Dia akan Divaksinasi
Aplikasi PeduliLindungi Belum Jadi Syarat Masuk Pasar Tradisional Jateng
Belajar dari Singapura, Epidemiolog Dorong Peningkatan Vaksinasi hingga 90 Persen
Update Kasus Covid-19 per 2 Oktober 2021
Epidemiolog Sebut Membiarkan Pandemi Jadi Endemi Bukan Langkah Tepat

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami