Penelitian: Kerusakan Otak karena Covid Mirip dengan Penyebab Stroke

Penelitian: Kerusakan Otak karena Covid Mirip dengan Penyebab Stroke
Ilustrasi otak manusia. ©2012 Merdeka.com/shutterstock/Alex Mit
DUNIA | 25 Oktober 2021 14:51 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Menurut penelitian terbaru, kerusakan otak yang disebabkan Covid-19 mirip dengan kerusakan otak penyebab stroke.

Penelitian yang diterbitkan di Nature Neuroscience pada Kamis menggambarkan bagaimana Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan dengan menghalangi aliran darah di otak.

Menurut penelitian tersebut, efek pembuluh darah di otak “kompatibel dengan penyakit pembuluh darah kecil otak,” istilah umum untuk penyakit otak termasuk stroke.

Dikutip dari Al Arabiya, Senin (25/10), makalah yang ditulis para ilmuwan di Jerman itu mengatakan sebanyak 76 persen pasien Covid-19 mungkin mengalami gangguan kognitif dan gejala kejiwaan lainnya lebih dari empat pekan setelah infeksi.

Scan otak MRI mengungkapkan orang dengan infeksi Covid parah memiliki lebih banyak “pembuluh tali” di mana darah tidak bisa lewat, menurut penelitian berjudul 'The Mpro protease utama SARS-CoV-2 yang menyebabkan patologi otak mikrovaskular dengan membelah NEMO di sel endotel otak'.

Pembuluh tali mewakili jaringan sisa setelah sel mati di pembuluh darah, sehingga darah tidak mungkin melewatinya.

Menurut penelitian ini, Covid juga dapat secara langsung menyebabkan stroke.

Sebanyak 84 persen orang dengan Covid-19 parah menunjukkan gejala neurologis termasuk kehilangan penciuman, serangan epilepsi, stroke, kehilangan kesadaran, dan kebingungan.

Terlepas dari bukti Covid-19 menyebabkan kerusakan otak, para peneliti mengatakan apakah virus menginfeksi otak secara langsung atau tidak masih menjadi bahan perdebatan. Karena itu, penulis penelitian mendeteksi materi genetik Covid-19 dalam bentuk genom virus di otak dan cairan tulang belakang pasien, menunjukkan virus corona tidak dapat mengakses otak.

Bahan RNA Covid-19 yang ditemukan di pembuluh darah di otak, menunjukkan virus dapat menyebar dari sistem pernapasan ke otak melalui aliran darah pasien.

Penelitian ini juga mengidentifikasi jenis protein yang disebut receptor-interacting protein kinase (RIPK) sebagai target potensial untuk pengobatan terapeutik efek neurologis Covid-19. (mdk/pan)

Baca juga:
Amerika Serikat Telah Suntikkan Hampir 414 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Update Kasus Positif Covid-19 Per 25 Oktober 2021
Menko Luhut: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua RI Tertinggal Dibandingkan Malaysia
RI Datangkan Obat Molnupiravir Akhir 2021
Pemerintah Berencana Wajib PCR untuk Moda Transportasi Selain Pesawat
Pemerintah Masih Temukan Sejumlah Tempat Abai Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami