Penelitian: Siswa Di China Depresi & Mencoba Bunuh Diri Karena Penutupan Sekolah

Penelitian: Siswa Di China Depresi & Mencoba Bunuh Diri Karena Penutupan Sekolah
Aktivitas Belajar Murid SD di Wuhan. ©2020 REUTERS/Aly Song
DUNIA | 13 September 2020 06:23 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sebuah penelitian menemukan, siswa sekolah dasar di China mengalami gejala depresi, dan melakukan lebih banyak upaya bunuh diri setelah sekolah ditutup karena pandemi virus corona.

Ketika Covid-19 melanda China pada Januari, Kementerian Pendidikan setempat menunda dimulainya semester musim semi hingga akhir April. Penutupan ini memisahkan anak-anak dari teman-teman dan lingkungan sosialnya, yang nyatanya berdampak pada kesehatan mental mereka.

Penelitian yang diterbitkan Jumat (11/9) di JAMA Network Open, membandingkan laporan masalah kesehatan mental pada November 2019 sebelum pandemi dimulai, hingga pertengahan Mei 2020, dua pekan memasuki semester musim semi baru ketika sekolah dibuka kembali, demikian dikutip dari CNN, Sabtu (12/9).

Peneliti dari Universitas Kedokteran Anhui mendapatkan hasil dari survei 1.241 siswa yang duduk di kelas 4 hingga 8, dan di sekolah menengah pertama. Peserta penelitian tersebut tinggal di Chizhou, Provinsi Anhui, daerah yang tidak memiliki banyak kasus Covid-19.

Hampir 25 persen siswa melaporkan gejala depresi di bulan Mei, sementara hanya sekitar 19 persen di bulan November. Upaya bunuh diri lebih dari dua kali lipat, sebanyak 6,4 persen pada Mei dibandingkan dengan tiga persen di November.

Baca Selanjutnya: Tantangan Bagi Kesehatan Mental...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami