Penelitian Terbaru: Pasien Covid-19 Sudah Sembuh Alami Gangguan Pendengaran

Penelitian Terbaru: Pasien Covid-19 Sudah Sembuh Alami Gangguan Pendengaran
DUNIA | 9 Agustus 2020 11:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Audiolog dari University of Manchester menemukan kemampuan mendengar pasien Virus Corona COVID-19 berkurang setelah delapan pekan dipulangkan dari rumah sakit. Masalah itu kemungkinan berlangsung lama setelah pasien sembuh dari COVID-19.

Dikutip dari laman Al Arabiya, Sabtu (8/8), studi yang dilakukan para peneliti di Pusat Penelitian Biomedis Universitas Manchester menyurvei 121 orang dewasa penyintas COVID-19 melalui telepon, delapan pekan setelah dipulangkan dari RS. Ketika ditanya tentang perubahan pada kemampuan pendengaran mereka, 16 orang (13,2% dari yang di survei) mengaku pendengaran mereka menjadi semakin memburuk.

Delapan pasien yang sembuh melaporkan mengalami gangguan pendengaran sementara delapan orang lainnya melaporkan tinnitus, sensasi telinga berdenging yang bisa berlangsung dalam waktu yang lama atau singkat, sebagai gejala.

"Kita sudah tahu bahwa virus seperti campak, gondongan, dan meningitis bisa menyebabkan gangguan pendengaran dan Virus Corona bisa merusak saraf yang membawa informasi dari dan ke otak. Ada kemungkinan, secara teori, COVID-19 dapat menyebabkan masalah pada bagian sistem pendengaran termasuk telinga tengah atau koklea," jelas Profesor Kevin Munro, salah satu peneliti studi tersebut, seperti dikutip dalam sebuah artikel oleh Universitas of Manchester.

Baca Selanjutnya: Para peneliti mengatakan diperlukan studi...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami